From Nature to human

From Nature to human
Kekayaan Alam yang melimpah berada dipenghujung punah dan bencana ekologi tiada bisa dihentikan, berilah ruang untuk kehidupan rimba untuk berinteraksi di rumahnya, dan stop penghancuran hutan alam

Sabtu, 20 Februari 2010

Mentari Pagi di Hutan Resapan

................................Kampar 17 Februari 2010
by : Nuskan syarif
menyeruak dari balik bukit
bak bunga yang mulai mekar
memancarkan sinar kuning keperakan
menyapu lembut setiap jengkal tanah hutan
menyapa semua isi jagat raya

kepak sayap sepasang burung rangkong kembali terdengar dipagi ini
melintas tepat diatas ku
hinggap diatas pohon yang menjulang tinggi menggapai langit
bersenda gurau penuh damai

suara kelompok ungko terus membahana
bersahutan satu dengan lainnya
berduet dengan pasangan dan keluarganya
saling memacu oktaf suara demi teritorial
menjaga keluarga dan calon anak

ketika mentari menyinari hutan belantara disini
teriakan mulai menghilang satu demi satu
sang ungko kian menyembunyikan suaranya dari udara pagi yang mulai hangat
disaat mentari menyapu disetiap jengkal isi rimba ini

gemuruh air sungai yang menggodaku untuk turun
seakan memanggil untuk bergumul dengan ku didalam peluk sejuknya
harum bunga merebak disetiap milli selongsong dadaku
ditingkahi oleh kicau burung mencicit diatas ranting yang penuh buah kayu

liukan sungai mengalir deras
tiada henti dan tersekat
ikan-ikan berenang bergerombol
penuh damai dan bahagia

di atas sana
lebatnya hutan semakin dirongrong
julang kayu rebah bersama deru gergaji
tak akan lestari hutan disini
tak sejuk lagi air sungai

tidak ada rasa memiliki hutan ini
yang ada rasa memiliki lahan buat dibangu puluhan hektar perkebunan karet dan kelapa sawit
tidakkah ada rasa kelestarian dihatimu duh manusia
coba tanya dengan nuranimu jika itu pun kau miliki.

Tidak ada komentar: