From Nature to human

From Nature to human
Kekayaan Alam yang melimpah berada dipenghujung punah dan bencana ekologi tiada bisa dihentikan, berilah ruang untuk kehidupan rimba untuk berinteraksi di rumahnya, dan stop penghancuran hutan alam

Senin, 02 April 2018

Xplore Kenegerian Batu Sanggan

Desa Batu Sanggan Adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Kampar Kiri Hulu. Sanggan yang merupakan Desa di dalam Kenegerian Bagu Songgan Kekhalifahan Batu Songgan, memiliki daya tarik ekowisata tersindiri, sungainya, hutannya, alamnya, masyarakatnya, kekayaan hayatinya sangat mengagumkan.

Desa Batu Sanggan yang Di lalui oleh Sungai Subayang, yang merupakan jalur transportasi satu-satunya yang bisa diakses oleh masyarakat. dengan menggunakan perahu motor bernama robin ataupun jhonson. 
perahu motor ini merupakan kendaraan yang memuat sekitar 3 untuk perahu ukuran kecil dan 8 orang untuk perahu ukuran besar, dengan bermesinkan mesin temple bermerek robbin atau Yamaha atau Honda dengan kipas menjorok jauh kebelakang. 
perahu motor ini masyrakat menyebutnya robbin walaupun itu menggunakan mesin dengan merek lain namun tetap memakai robbin sebagai namanya.
dok.ninoes.jungle

berbeda lagi dengan Jhonson, Jhonson merupakan salah satu nama mesin dari Yamaha, perahu yang menggunakan mesin jhonson ini lebih besar muatannya, jika mengangkut manusia makan akan bisa di isi sekitar 13-14 orang penumpang. 
dengan ukuran perahu yang lebih besar perahu ini akan semakin aman di naiki oleh penumpang. namun kelemahan perahu jhonson ini jika air sungai Subayang sangat surut atau pada masa musim kemarau makan akan banyak sangkut ke dasar sungai dan penumpang diwajibkan turun dan berjalan hingga mendapati arus yang dalam. 

dengan transportasi satu-satunya ini menjadikan kelebihan bagi desa-desa yang berada di sepanjang sungai subayang. dengan mengarungi sungai menggunakan perahu bermorot ini kita bisa menikmati keindahan yang di sajikan sepanjang perjalanan. jika kita berangkat pada pagi hari kita akan disuguhkan dengan hamparan kabut pagi yang menggelangtung di bukit-bukit sepanjang jalan. 
nah jika kita berangkat sore, maka kita akan di suguhkan oleh aktivitas masyarakat dan satwa yang berada di sepanjang sungai. kita bisa menikmati tingkah laku kera ekor panjang, babi, kerbau, kalo beruntung kita bisa melihat biantang lainnya. 

jika kita memasukin waktu matahari terbenam di desa Batu Sanggan maka kita akan di suguhkan warna merah jingga dikala matahari terbenam di gugusan bukit Rimbang Baling dengan nama Imbo Kayu Agho.
sesampainya kita di desa Batu Sanggan jika kita mengambil paket perjalanan, kita akan menginap di desa Batu Sanggan di Camp Pokja batu Bolah ataupun di rumah Masyarakat. 

nah kita sudah menyinggung Pokja Ekowisata Bolah, Pokja Ekowisata Batu Bolah ini merupakan satuan pengelola ekowisata desa Batu Sanggan yang mana anggotanya terdiri dari Anak-anak muda yang humbble, bersahabat. 
jika kita berkunjung ke desa Batu Sanggan dan berwisata bersama Team pokja Ekowisata Batu Bolah, kita akan diajak berkeliling, ber tubbing di sungai subayang, bersky water di sungai subayang, tracking ke air terjun batu Belah dan jika kita nginap kita akan berkesempatan mengunjungi masyarakat desa yang membuat anayaman dari pandan dan rotan, serta proses anak-anak sekolah dasar membuat gelang dari resam.

nah.... jika kita menggunakan jasa Guide Pokja Ekowisata Batu belah Kita secara tidak langsung maupun langsung berkontribusi kepada perekonomian dan geliat wisata di kenegerian Batu Songgan ini.
jika kita memakai jasa dari luar, hendaknya mengingatkan jasa guide itersebut untuk berkolaborasi dengan team Pokja agar kita pengunjung merasakan sambutan hangat ala team pokja Ekowisata batu belah.
saat ini pokja terus berbenah dan butuh dukungan semua kalangan, baik para pihak penggiat wisata pribadi maupun penggiat wisata lainnya, ini bertujuan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa, dan jangan sampai kita sebagai wisatawan yang menyewa guide diluar mematikan sumber perekonomian alternatif di setiap desa wisata.
team pokja kini telah membuka paket perjalanan menuju Batu Sanggan, dimana didalam paket tersebut diselipkan untuk pembangunan untuk masyarakat adat dan masyarakat Desa.
paket yang di sajikan oleh pokja Ekowisata batu Bolah adalah sebagai Berikut :

1. Paket One day untuk minimal 3 orang
 total Paket Rp. 1.000,000,-
dengan Akomodasi sebagai berikut :
- Transportasi Pighau (Perahu Motor) PP menggunakan perahu masyarakat desa Batu Sanggan
- Makan Siang di Batu sanggan
- Snack
- Tiketing
- Rubber Tubbing ( Berhanyut di sungai Subayang menggunkan Benen)
- Transport Lokal DropingSpot Tubbing
- Guide

2. Paket One day 12 orang
total Paket Rp. 2.500.000,-
dengan Akomodasi sebagai berikut :
- Transportasi Pighau (Perahu Motor) PP menggunakan perahu masyarakat desa Batu Sanggan
- Makan Siang di Batu sanggan
- Snack
- Tiketing
- Rubber Tubbing ( Berhanyut di sungai Subayang menggunkan Benen)
- Transport Lokal DropingSpot Tubbing
- Guide

3. Paket One day one nigth minimal 6 orang
 Total Paket Rp. 1.500.000,-
dengan Akomodasi sebagai berikut :
- Transportasi Pighau (Perahu Motor) PP menggunakan perahu masyarakat desa Batu Sanggan
- Konsumsi Selama Di lokasi
- Snack
- Tiketing
- Rubber Tubbing ( Berhanyut di sungai Subayang menggunkan Benen)
- Transport Lokal DropingSpot Tubbing
- Guide
- Home Stay ( Bagi yang ingin merasakan sensasi menginap bersama keluarga di Desa Batu Sanggan)
- Camp Pokja ( Jika yang enjoy dengan kehidupan malam di tepi sunggai batu sanggan dan beraktivitas samnil mancing malam di dekat camp pokja)
- beraktivitas bersama masyarakat di desa (menyanyam, dll)

4. Paket 2 day 2 nigth Minimal 6 orang
Total Paket Rp. 2.100.000,-

Total Paket Rp. 1.500.000,-
dengan Akomodasi sebagai berikut :
- Transportasi Pighau (Perahu Motor) PP menggunakan perahu masyarakat desa Batu Sanggan
- Konsumsi Selama Di lokasi
- Snack
- Tiketing
- Rubber Tubbing ( Berhanyut di sungai Subayang menggunkan Benen)
- Transport Lokal DropingSpot Tubbing
- Guide
- Home Stay ( Bagi yang ingin merasakan sensasi menginap bersama keluarga di Desa Batu Sanggan)
- Camp Pokja ( Jika yang enjoy dengan kehidupan malam di tepi sunggai batu sanggan dan beraktivitas samnil mancing malam di dekat camp pokja)
- beraktivitas bersama masyarakat di desa (menyanyam, dll)


Rute perjalanan Wisata Di Batu Sanggan sebagai Berikut :

- Tracking Kerumah pohon
- Tracking Kedesa berwisata budaya 
- Tracking ke Bendungan PLTMH
- Tracking ke Air Terjun Batu Bolah
- Tubbing
- Sky Water
- Berperahu Karet

Bagi yang Meningap baik sehari semalam maupun dua hari dua malam, wisatawan bisa memilih rute yang akan di gunakan, berhubung waktu yang di gunakan untuk berwisata memakan waktu yang lama, namun jika tidak molor kita akan bisa menjalani semua kegiatan yang akan di guide oleh team pokja.

nah kali ini kita mengulas tentang makanan yang akan di sajikan oleh team pokja untuk wisatawan.
Batu Sanggan memiliki banyak jenis masakan yang super nikmat, dengan berbahankan dari alam, dan ulam yang kita akan temui akan membuat kita terkejut karena untuk pertama kalinya jika akan di suguhi oleh berbagai jenis pucuk daun yang biasanya kita di kota kita anggap tidak berguna, namun di Batu Sanggan itu menjadi lalapan yang sangat mengasikan.
sambal yang akan di sajikanpun akan bervarian, mulai dari berbahan ikan sungai, ayam kampung maupun ayam ras yang di olah secara tradisional.

nah masakan khas di Batu Sanggan atau Rantau Subayang adalah sambal bekacau, ini adalah sambal yang berbahankan ikan, cabe yang di aduk menjadi satu, dengan rasa yang entnik membuat kita akan ingin kembali nambah dan nambah nasi lagi. walau banyak tulang ini adalah sensasinya sambal bekacau.

selain sambal bakacau kita juga akan disuguhi oleh sambal tumih lompok ayam, yang mana bahannya adalah ayam kampung mapun ras di tumis dengan bumbu-bumbu khas kampung yang akan membangkitkan selesa makan kita, jika kita beruntung dan mendapati musim kincung maka kita akan di suguhi sambal kincung yang rasanya asam asam pedas yang di hasilkan cabe dan kincung itu sendiri.

selain masakan itu kita akan bisa merasakan sncak ala kampar kiri Hulu yang berupa Kinjam yang berbahan Ubi Kayu dan gula merah, selain itu beberapa menu snack biasa yang kita temukan di kota.

Mokasonggan berwisata dan menikmati alam yang masih asri, dan mari kitamembantu Masyarakat Desa untuk menciptakan Sumber perekonomian alternatif dan mari kita ciptakan sumber pekerjaan baru untuk Pemuda pemudi di Desa-desa wisata dengan memakain jasa guide nya.

untuk informasi wisata dan paket di Desa Batu Sanggan silahkan Whatsapp Cp di bawah ini :

1.Nuskan Syarif (Pembina Lapangan Pokja Ekowisata batu Bolah Kenegerian Batu Sanggan) : 0852-6459-5922

Senin, 12 Maret 2018

Mo Ka Songgan, Berwisata dan Edukasi Anak

Riau memiliki banyak objek wisata alam yang baru dikenalkan ataupun terkenal saat ini, namun sebenarnya Riau memiliki Banyak Objek wisata alam yang sangat menakjubkan, desa-desa yang eksotis yang berada di jantung hutan alam yang kurang terekspos ke dunia luar. Saat ini Dengan gencarnya Dinas Pariwisata Riau dalam mengembangkan Pariwisata Daerah menjadikan Desa-desa yang dulunya tidak banyak dikenal khalayak ramai menjadi viral dan terkenal. salah satunya adalah Kampar Kiri dan Kampar Kiri Hulu. 
Jika Kampar Kiri menjadi Penyanggah dan Pintu masuk wisata alam, Maka Kampar Kiri Hulu adalah Jantung dari ke eksotisan alam yang begitu menawan. Kampar Kiri Hulu yang terdiri dari 24 desa dan memiliki dua jalur menuju desa-desanya, pertama jalur sungai yang mana dua sungai pula yang bisa di jelajahi dan membawa kita ke desa-desa di jantung hutan, dan satu jalan darat ke 7 desa lainnya. sebelum membahas Desa yang Eksotis dengan banyak Tempat yang indah kita ulas terlebih dahulu tentang jalur sungai yang menuju desa-desa yang berada di
jantung Hutan Bernama Bukit Rimbang Bukit Baling yang mana hutan Rimbang Baling ini berupa Suaka Marga Satwa. nah dua sungai yang bisa kita susuri ini bernama, Pertama Sungai Subayang dan Sungai Bio, Sungai Subayang Membelah Hutan Alam SM Rimbang Baling dengan 8 desa yang berada di sungai Subayang, dan soal desa-desa yang dilalui Sungai Subayang ini adalah :
  1. Desa Gema     : Desa Gema Merupakan Pintu   Gerbang untuk menuju desa-desa di sepanjang Sungai Subayang dan Batang Bio, dan dari Gema ini pulalah kita menggunakan Sampan Motor atau sering di bilang Robin dan Jhonson,
  2. Desa Tanjung Belit     : Desa Tanjung Belit merupakan Desa kedua setelah gema, untuk menuju desa ini dapat di lalui dengan menggunakan dua jalur yaitu darat dan sungai, di desa Tanjung Belit ini kita di suguhkan keindahan alam dan disini juga terdapat objek wisata air terjun bernama Air terjun batu dinding.
  3. Desa Muaro Bio    : Desa Muaro Bio ini merupakan desa yang berada didalam Kenegerian Batu Songgan yang mana didalam Kenegerian Batu songgan terdapat dua desa yaitu desa Muaro Bio dan Desa Batu songgan. Desa Muaro Bio dapat di tempuh dengan menggukan perahu motor Robin atapun Jhonson dengan jarak tempuh sekitar 15 menit perjalanan. di desa ini kita disajikan oleh keasrian alami dan keramahan penduduknya dan di desa ini kita bisa menikmati gugusan bukit barisan yang mana desa ini berada di dalam kawasan Suaka Alam Bukit Rimbang Bukit Baling yang sudah terkenal dengan segala keindahan alam dan satwanya.
  4. Desa Batu Songgan   : Desa Desa Batu Songgan merupakan desa yang berada dalam Kekhalifahan Batu songgan yang mana kekhalifahan batu songgan terdiri dari 6 Kenegerian dan alah satunya adalah Kenegerian Batu songgan, seperti yang di ulas di atas tadi desa Batu Songgan ini juga memiliki keindahan alam yang sangat menakjubkan dan sejarah Adatnya yang begitu kuat. 
  5. Desa Tanjung Beringin   : Desa Tanjung Beringin adalah desa Ke Lima yang berada di sungai subayang dan desa Tanjung Beringin berada didalam Kenegerian Miring yang saat ini berganti nama dengan Kenegerian Malako Kociak sejak dilantiknya kembali raja Gunung Shalian Desa Tanjung Beringin juga tidak kalah indahnya sepanjang perjalanan menuju desa ini kita akan di sajikan jeram-jeram kecil yang membuat adrenalin bergelolara. 
  6. Desa Gajah Bertalut     : Desa Gajah Bertalut Berada di dalam Kenegerian Gajah Bertalut yang mana  desa ini tidak kalah indahnya dengan desa-desa yang telah kita ulas. 
  7. Desa Aur Kuning        : Desa Aur Kuning berada didalam Kenegerian Aur Kuning dan desa ini Aur Kuning ini di apit oleh dua sungai salah satunya adalah sungai Subyang dan sungai biaweik.
  8. Desa Terusan               : Desa Terusan Berada di Kengerian Terusan  Ke khalifahan Batu Songgan, Kecamatan Kapar Kiri Hulu. dan Desa Terusan Berada di Hulu Sungai Subayang setelah Desa Aur Kuning.
  9. Desa Subayang Jaya dan Desa Pangkalan Serai : Kedua Desa ini berada dalam satu Kenegerian yaitu Kenegerian Pangkapan Serai Kecamatan Kamapr Kiri Hulu dan berada di Ujung hulu sungai subayang.

semua desa-desa yang berada di batang subayang transportasi yang di gunakan adalah transportasi sungai berupa perahu robin dan jhonson.

Saat ini Desa Batu Sanggan telah memulai pengelolaan Ekowisata yang ada dan telah memiliki paket Perjalanan menuju Desa Sanggan.
saat ini Desa Sanggan menuju desa wisata, dan harapan ninik mamak dan datu Khalifah Batu Sanggan kedua desa yaitu Desa Batu Sanggan dan Muaro Bio di satukan dlaam pengelolaan ekowisata berbasis lingkungan dan masyarakat.

Batu Sanggan sudah memiliki spot dan objek wisata yaitu berupa rumah pohon, tracking ke air terjun batu bolah, tracking ke desa, tracking ke bendungan pembangkit listrik mikro hidro, tubbing, sky water, dan  perahu karet.
setiap wisatawan yang mengunjungi desa Batu Sanggan akan di guide oleh team pokja, dan jika mengambil paket perjalanan wisatawan akan di jemput di gema dengan menggunakan perahu masyarakat dengan di lengkapi life jacket. 

setiap wisatawan yang membawa anak kecil berumur 4 - 12 tahun akan mendapat kawalan khusus dari tim pokja. 

Pokja Ekowisata Batu Bolah menyajikan paket perjalanan :

1. Perjalanan 1 hari 2 malam
Biaya Per Orang Rp. 350.000,- minimal team terdiri dari 6 orang
dengan Akomodasi : 
- Transport PP Gema - Sanggan -  Gema
- Konsumsi selama di Sanggan
- Guide
- Tiketing
- Snack
- Penginapan 
- Tubbing/perahu karet

2. Paket Perjalanan one day
Biaya Perjalanan Rp. 1.000.000,- per team terdiri 6 orang dewasa.

- Transport PP Gema - Sanggan -  Gema
- Konsumsi selama di Sanggan
- Guide
- Tiketing
- Snack
- Tubbing/perahu karet

3. Paket Perjalanan Keluarga one day

Rp. 800.000,-
terdiri dari 2 orang tua, 3 anak usia 4 s/d 14 tahun
- Transport PP Gema - Sanggan -  Gema
- Konsumsi selama di Sanggan
- Guide
- Tiketing
- Snack
- Tubbing/perahu karet


4. Paket Khusus

a. Paket Nembak Malam
minimal 6 orang
Rp. 3.000.000,-/ 6 orang

- Transport PP Gema - Sanggan -  Gema
- Konsumsi selama di Sanggan
- Guide
- Tiketing
- Snack
- Penginapan 
- Tubbing/perahu karet
Paket nembak malam ini di khususkan karena membutuhkan waktu yang tepat yaitu di saat air sungai surut dan jernih, dengan personil Team pokja yang langsung turun tangan untuk membawa wisatawan berwisata malam dengan nembak malam.

di Pokja Ekowisata Batu Bolah Tersediam Camp yang bisa menampung +/- 40 orang untuk menginap dan Desa Batu Sanggan juga menyediakan penginapan di rumah warga.

untuk penginapan di rumah warga, wisatawan akan di kenakan biaya di luar paket sebesar Rp. 100.000,-/ wisatawan /malam, dengan akomodasi 1xmakan dan 1x sarapan.


saat ini Pokja terus melibatkan masyarakat dalam pengelolaan ekowisata di Batu Sanggan. saat ini souvenir anyaman pandan dan rotan. selain itu juga membuat souvenir dari bahan kayu dan batu.
dengan kunjungan wisatawan ke Desa Batu Sanggan, wisatawan telah banyak memberikan kontribusi baik langsung maupun tidak langsung kepada perekonomian masyarakat.

untuk kedepannya Pokja Akan berkola Borasi dengan Ninik Mamak dalam Pengelolaan wisata Adat dan budaya. salah satunya mendapatkan izin wisata mancing di lubung larangan yang akan di sepakati antara ninik mamak, masyarakat dan Pokja Ekowisata Batu Bolah.

Pokja Ekowisata Batu Bolah telah menerapkan penyambutan tamu wisata, saat ini Pokja menyambut wisatawan perempuan dengan memakaikan kain samping atau sarung sebagai tanda pernghormatan dan persahabatan serta kekeluargaan.

kuliner di Sanggan sangat beragam, mulai dari snack berupa kinjam yang berasal ubi rebus di padu dengan gula merah, hingga ke sambal bakacau.
nah mengenai sambal bekacau ini wisatawan bisa inden terlebih dahulu jenis ikan apa yang mau, penulis menyarakan untuk memesan ikan sungai subayang karena rasanya akan membuat wisatawan tidak akan melupakan, selain itu juga ada Pongek ikan selimang, tidak kalah enaknya dengan sambal bekacau ikan subayang, pongek ikan salimang juga sangat menggiurkan.
untuk informasi wisata di Batu Sanggan bisa menghubung Pengurus Pokja Ekowisata langsung di Desa Batu Sanggan, atau contack person di :

1. Afliyon : 0853-7658-1113
atau dengan
Nuskan Syarif di WA 0852-6459-5922
IG : Ninoeschan.jungle
FB. di Nuskan.jungle
#mokasonggan
mo ka Songgan
Berwisata, beredukasi dan menikmati alam Bukit Barisan Rimbang Baling.

Jumat, 06 Oktober 2017

Budidaya trigona Riau

Riau memiliki sisa hutan yang sangat indah.  Kampar kiri Hulu merupakan salah satu kawasan yang memiliki hutan yang masih alami dan juga menjadi hutan cagar alam.
Kekayaan alam hutan Kampar kiri juga beragam. Salah satunya adalah trigona atau keluar atau Klanceng atau galo-galo. Saat ini Kampar kiri telah mencoba membudidayakan trigona dengan sistem melibatkan masyarakat desa.  Dan saat ini Risbe (Riau Stingless  Bee)  telah membimbing  masyarakat desa sekitar 5 desa.  Dari kelima desa ini total sarang budidaya berjumlah  sekitar 800 sarang diluar kegagalan teknis lapangan.
Di Kampar kiri saat ini telah terdaftar sekitar 13 jenis trigona.  Salah satunya adalah Heterotrigona Italia,  Geniotrigona Thoracica,  lepidotrigona terminal,  dll.

Desa-desa yang telah melakukan budidaya trigona di Kampar kiri adalah Lipatkain,  Gunung sari,  Padang Sawah,  Gema,  Padang Tengah,  pulau penting,  kotor Lamo.  Dan akhir tahun ini akan dikembangkan di Desa desa Kampar Kiri Hulu.

Jumat, 03 Maret 2017

XPDC TRIGONA 3 KAMPAR KIRI

Kampar kiri hulu merupakan sebuah kawasan yang berada di jantung Ribang baling dengan berbagai macam kekayaan hayatinya.
Salah satu kekayaan hayati tersebut adalah trigona/keulut/galo-galo.
Galo-galo merupakan lebah tanpa sengat yang menghasilkan madu dengan citra rasa yang etnik campuran manis dan asam, selain rasa yang etnik madu trigona ini juga kaya akan unsur pengobatan dan kandungan bitamin dan mineral.

Dalam budidaya trigona kita bisa memanen tiga hasil diantaranya madu, beepollen dan propolis. Selain madu yang kaya akan unsur pengobatan beepollen tidak kalah banyak kandungan vitamin dan mineral, sedangkan propolis tidak kalah kaya unsur pengobatannya.

Kali ini kami tidak membahas secara detil untuk manfaat madu, beepollen dan propolis teigona. Kami membahas betapa indah dan mengasikan perjalanan selam XPDC Trigona tahap 3 kali ini.
Dengan menggunakan perahu motor kami menyusuri sungai bio yang beraliran deras dan berjeram pasca hujan. Namun kegiatan Xpdc tetap berlanjut, menikmati indahnya belantara yang sangat terjaga dengan baik oleh masyarakat desa kami berhenti di tepi sungai yang bermuara dengan sebuah anak sungai kecil yang berair jernih.
Barang bawaan kami turunkan, perahu motor kami ikat kuat di dalam anak sungai dan kami mulai menaiki tebing sungai menuju rimbunnya belantara hutan hujan Riau. Belum lama kami berjalan sekitar 150 meter saja kami  telah menemukan koloni trigona jenis terminata di pohon bumbung yang berlubang, lalu kami melanjutkan lagi perjalanan dan tidak jauh kami kembali menemukan koloni trigona jenis collina, atripes, dan lepiotrigona doipensis yang mulai dari rumpum kayu kombuik buruk nam besar.

Lalu kami terus berjalan menuju kepuncak namun belum lima menit perjalanan kami menemukan banyak sarang lepidotrigona ventralis dan terminata selain itu kami juga menemukan Heterotrigona itama satu koloni. Setelah menghitung hasil temuan kami memulai merencanakan sistem cuting dan memillah pohon yang harus di tebang.
Setelah menentukan kami memulai menebang secara acak. Satu persatu temuan kami cuting.

Tanpa terasa kami telah memotong sekitar 4 log koloni trigona dan jam menunjukn pukul 14.30 wib kami akhirnya memutuskan rehat dan makan siang. Bekal yang kami bawa kami makan bersama dengan beralaskan serasah hutan kami menyantap bekal dengan diselingi candaan yang menambah riuh riang swasana.

Setelah 8 sarang kami cuting waktu menunjukan pukul 18.00wib kami mengakhiri Xpdc pencarian log dan kami mengangkut log menuju perahu motor lalu menghilir kembali

Jenis yang berhasil kami bawa ke desa yaitu Lepidotrogona ventralis 4 log, lepidotrigona terminata 3 log dan heterotrigona 1 log.
Dengan hasil temuan ini kami mengakhiri XPDC TRIGONA 3 KAMPAR KIRI HULU.

Selasa, 27 Desember 2016

WELCOME TO LIPATKAIN

Lipatkain merupakan ibu kota kelurahan yang melingkup dari beberapa desa seperti lipatkain utara, lipatkain selatan, sungai geringging, dan desa sungaipaku.

Di beberapa desa terdapat beberapa spot wisata alam berupa air terjun. Salah satunya adalah air terjun sungai koboko, sungai elang, sungai kitang, sungai sejoniah dan banyak lagi.
Spot2 wisata ini ada yang bisa dijangkau dan ada pula yang memiliki jalur tracking yang memacu adrenalin. Setiap spot air terjun memiliki alur sungai yang jernih dengan kombinasi hutan sisa yang ada.

Berjarak cuma 76km dari pekanbaru dan bisa di tempuh +/- 2 jam memakai mobil. Spot spot wisata alam ini bisa di kunjungi. Bagi yang berjiwa petualang bisa mengambil jalur tracking yang cukup menantang dengan membayar guide Lokal di desa sungai geringging masbro dan mba bisa menikmati petualangan di hutan sisa. Bagi yang gemar memancing beberapa spot mamcing dapat menguji kesabaran agan-agan dalam memancing ikan sungai seperti siban, sumbut, kapiek dll.

Dan bagi yang hanya gemar camping agan-agan akan di ajak ngecamp di tengah hutan di tepi sungai yang jernih. Dan agan bisa membuat rakit sendiri untuk main di sungainya.

Selain itu agan juga bisa meihat prilaku satwa yang ada disana dengan guide yang berpengalaman agan akan diajak xplor hutan sisa sepanjang sungai. Jadi nga perlu jauh2 untuk berlibur Kampar kiri menyajikan keindahan yang tersimpan dengan nuansa alami dan  sedikit pengunjung.

Jumat, 23 Desember 2016

KEKAYAAN HAYATI KAMPAR KIRI

Kampar Kiri nemiliki beraneka ragam kekayaan hayati yang wajib di lindungi, dan dengan menjaga kelestarian hutan alamnya maka terjaga pula kekayaan hayati yang berada didalamnya. Kampar Kiri memiliki Hutan Alami yang masih sangat asri dengan aliran sungai-sungai yang jernih berjeram kecil dan sedang. Di kiri kanan nya kita dapat menikmati pemandangan yang luar biasa menakjubkan, selain itu kehidupan masyarakat desa sepanjang aliran sungainya pun sangat menarik untuk di ketahui.

Saat ini kampar kiri bagian hulu sudah banyak didatangi oleh berbagai macam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Baik itu lokal maupun internasional, baik yang melakukan riset ataupun yang mmengangkat soal pariwisatanya. Dan dengan banyaknya yang masuk ke Kampar Kiri Hulu mwnjadikan Kampar kiri terkenal di Indonesia maupun Internasional. Nah dengan itu juga ada dampak baik dan buruknya. Baik terhadap masyarakat maupun terhadap alamnya. Kita tidak membahas masalah itu saat ini.
Dengan keragaman hayati yang sangat sangat sangat kaya Kampar Kiri Hulu seharusnya menjadi contoh daerah lain. Nah untuk menjadi contoh itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
1. Tetap melibatkan seuruh lapisan masyarakat dalam menjaga keleatarian hutan. Dan masyarakat sudah melakukan itu sejak dulu turun temurun.
2. Libatkanlah masyarakat desa seluruhnya dalam perencanaan pengelolaan pariwisata desa. Jangan cuma kelompok2 saja
3. Libatkanlah seluruh masyarakat dalam pengeloaan hasil hutan bukan kayu secara lestari dan jangan menggurui mereka dengan memaksakan sistem atau pola yang asing bagi mereka.
4. Terbukalah pada masyarakat tentang program apa yang mau di sodorkan pada desa. Ingat libatkan seluruh lapisan masyarakatnya.
Dan masih banyak lagi. Nah jika itu terpernuhi maka kekayaan hayati bisa lestari dan masyarakat bisa memghasilkan dari apa yang dioperasikan dalam program.

Haduuuh kok jadi kemana-mana yah pembahasannya.
Tapi ini wajib dilakukan oleh lembaga2 tersebut. Selain itu buatlqh terobosan nyata pembangunan pertanian tepat guna. Ingat jika masyarakat makmur maka yel yel perlundungan akan berjalan lancar.

Ok kembali lagi ke kayaan hayati KAMPAR KIRI HULU weeeew pake huruf besar chiiing. Yah kenapa kampar kiri Hulu. Karena seluruh Kecamatan di riau kampar kiri hulu lah yang memiliki hutan yang berkategori 99,9999999% alami alias perawan ting ting bro. Dan jutaan bahkan miyaran kekayaan hayati tersimpan baik didalamnya cieeeeeeeh tersimpan baik ching.
Yah tersimpan baik dan masyarakat adat tiap2 desa menjaga dengan bijaksana. Nah kamu-kamu mungkin mengira kekayaan hayati itu cuma harimau, rusa,tapir,beruang,tapir,primata saja kan...?? Nga ching kekayaam hayati itu numplek jadi satu mulai dari jasad renik pembangun lantai hutan sampai pada para geng binatang dan pohonnya. Jadi semua wajib lindung.

Naaaah buat kamu2 yang hobby jelajah masih suka menyampah.....? Jika masih elu elu memberi dampak buruk terhadap semua lini kehidupan liar. Kenapa demikian....?
Karena sampah elu elu pada bukan bagian dari natural HUTAN.  Nah jika elu suka nyampah itu sampah bakalan menjadi multi masalah bagi kekayaan hati itu.

Nah kamu masih nga ngerti kan kenapa sampah membuat masalah bagi keasrian dan berubahnya pola makan para penghuni hutan itu.....?
Gini aja dah yang gampang. Misalkan elu itu seorang vegetarian, pola makan elu pada kan sesuai standar para vegetarian. Lalu gua paksa elu makan makanan yang bukan masuk kedalam menu vegetarian elu. Lantas gua terus maksain elu makan itu , naaah apa rasanya elu di gituin...? Elu tau....? Naaaaah para penghuni hutan juga gitu ama sampah2 elu yang elu buang, sisa makanan elu buang sembarangan akan merubah pola dan prilaku para penghuni hutan.

Naaah elu udah ngertikan....? Kalo belum nanti kita runut lagi masalah ini ok.
Jadi menjaga kekayaan hayati adalah wajib dan memasyarakatkan masyatakat penyanggah hutan jauh wajib karena jika masyarakat desa sejahterah maka hutan akan tetap lestari.

Sampai jumpa ya di sambungan cuap cuip nya.

Kamis, 20 Maret 2014

MEMUNCAK ITU BUKAN SEKEDAR MENGEJAR SUNRICE DAN SUNSET

Banyak gunung yang sering banyak orang berdatangan, baik hanya sekedar memuncak atau malah sekedar menikmati udara sejuk dan pemandangan yang ciamik. Namun hanya sepersekian orang saja yang memiliki tujuan untuk pembelajaran dari keelokan panorama dan kekayaan hayati sepanjang perjalanan memuncak. 
Tak sedikit para pendaki yang menjadikan gunung sebagai ajang memadu kasih, dan tidak sedikit pula yang menjadikan gunung tempat sampah tertinggi, jika melihat keadaan para pendaki menjadikan ajang jajal coba dan buang berbagai perlengkapan bekas di puncak tertinggi. Dan tidak sedikit pula yang mengukir nama di pepohonan, bebatuan untuk menyatakan kata I love you kepada pasangannya dan sekedar menulis nama dan organisasi yang menyatakan dia pernah kepuncak dan gunung tersebut.
             Bukan rahasia umum lagi keadaan itu terjadi dimana-mana, namun jika kita sedikit berfikir Gunung adalah tempat yang indah dengan panorama terindah yang ada dan berfikir untuk selalu menjaga dan bersyukur pada Sang penciptanya maka kita akan memiliki rasa peduli kepada kebersihan dan menjaga kelestarian suasananya. Dalam perjalanan memuncak kita sebanrnya bukan hanya untuk mengejar target sampai di puncak tertinggi atau sekedar mencari sensasi nya saja, namun kita bisa banyak belajar sepanjang berjalanan bahkan sedikit berdiskusi kecil disaat berhenti dan sebelum emlanjutkan perjalanan. Ada banyak bahasan yang bisa di kulik sepanjang perjalanan memuncak, salah satunya adalah tumbuhan, ada juga kumbang, burung, kupu-kupu, bahkan yang lainnya. selain kita mengetahui populasi, kita juga bisa sedikit belajar beradaptasi terhadap perubahan cuaca di gunung.

                Memulai langkah kecil dalam menggali ilmu tentang kehidupan liar sangat menarik menurut saya, apalagi disambil melakukan pendakian sebuah gunung. selain medapatkan ilmu ketika memuncak kita akan merasakan sebuah persahabat yang erat dengan alam yah ini menurut saya. Jika dilapangan saya akan menyempatkan sedikit interaksi dengan kehidupan liar sepanjang perjalanan baik melalui tumbuhannya sampai kepada satwa nya, tidak usah yang berat-berat namun mengambil sampel kecil saja seperti bunga, rumputan berbunga, serangga, jika bertemu dengan sedikit besar itu adalah bonus dalam perjalanan sambil belajar. Saya menyukai kehidupan liar dengan itu sangat merasa rugi jika melewatkan sesuatu yang bisa di abadikan melalui kamera dan mempelajari kehidupannya dari segi pengumpulan bahan untuk perbandingan.
                   Dari hal kecil kita akan bisa memahami sistem adap tasi sebuah binatang atau tumbuhan, jika dibandingkan dengan tumbuhan yang berada di bawah ketinggian sekita 300 meter diatas laut akan sangat mencolok perubahannya, mulai dari tekstur tumbuhan, batang, sampai daunnya akan terlihat perubahan yang kentara, selain itu suhu juga mempengaruhi dari adaptasi tumbuhan dan satwa di pegunungan. Pada Tumguhan yang hidup di pegunungan, daunnya akan terlihat kecil dengan kondisi pohon juga sedikit kerdil dibandingkan dengan tumbuhan yang berada di dataran rendah, pada bagian tajuk bawah kita bisa melihat keanekaragaman yang sangat banyak dari tumbuhan di pegunungan, dengan tumbuhan berbunga yang menarik dan indah-indah serta jenisnya yang beragam yang membuat berdecak kagum.