From Nature to human

From Nature to human
Kekayaan Alam yang melimpah berada dipenghujung punah dan bencana ekologi tiada bisa dihentikan, berilah ruang untuk kehidupan rimba untuk berinteraksi di rumahnya, dan stop penghancuran hutan alam

Jumat, 06 Oktober 2017

Budidaya trigona Riau

Riau memiliki sisa hutan yang sangat indah.  Kampar kiri Hulu merupakan salah satu kawasan yang memiliki hutan yang masih alami dan juga menjadi hutan cagar alam.
Kekayaan alam hutan Kampar kiri juga beragam. Salah satunya adalah trigona atau keluar atau Klanceng atau galo-galo. Saat ini Kampar kiri telah mencoba membudidayakan trigona dengan sistem melibatkan masyarakat desa.  Dan saat ini Risbe (Riau Stingless  Bee)  telah membimbing  masyarakat desa sekitar 5 desa.  Dari kelima desa ini total sarang budidaya berjumlah  sekitar 800 sarang diluar kegagalan teknis lapangan.
Di Kampar kiri saat ini telah terdaftar sekitar 13 jenis trigona.  Salah satunya adalah Heterotrigona Italia,  Geniotrigona Thoracica,  lepidotrigona terminal,  dll.

Desa-desa yang telah melakukan budidaya trigona di Kampar kiri adalah Lipatkain,  Gunung sari,  Padang Sawah,  Gema,  Padang Tengah,  pulau penting,  kotor Lamo.  Dan akhir tahun ini akan dikembangkan di Desa desa Kampar Kiri Hulu.

Jumat, 03 Maret 2017

XPDC TRIGONA 3 KAMPAR KIRI

Kampar kiri hulu merupakan sebuah kawasan yang berada di jantung Ribang baling dengan berbagai macam kekayaan hayatinya.
Salah satu kekayaan hayati tersebut adalah trigona/keulut/galo-galo.
Galo-galo merupakan lebah tanpa sengat yang menghasilkan madu dengan citra rasa yang etnik campuran manis dan asam, selain rasa yang etnik madu trigona ini juga kaya akan unsur pengobatan dan kandungan bitamin dan mineral.

Dalam budidaya trigona kita bisa memanen tiga hasil diantaranya madu, beepollen dan propolis. Selain madu yang kaya akan unsur pengobatan beepollen tidak kalah banyak kandungan vitamin dan mineral, sedangkan propolis tidak kalah kaya unsur pengobatannya.

Kali ini kami tidak membahas secara detil untuk manfaat madu, beepollen dan propolis teigona. Kami membahas betapa indah dan mengasikan perjalanan selam XPDC Trigona tahap 3 kali ini.
Dengan menggunakan perahu motor kami menyusuri sungai bio yang beraliran deras dan berjeram pasca hujan. Namun kegiatan Xpdc tetap berlanjut, menikmati indahnya belantara yang sangat terjaga dengan baik oleh masyarakat desa kami berhenti di tepi sungai yang bermuara dengan sebuah anak sungai kecil yang berair jernih.
Barang bawaan kami turunkan, perahu motor kami ikat kuat di dalam anak sungai dan kami mulai menaiki tebing sungai menuju rimbunnya belantara hutan hujan Riau. Belum lama kami berjalan sekitar 150 meter saja kami  telah menemukan koloni trigona jenis terminata di pohon bumbung yang berlubang, lalu kami melanjutkan lagi perjalanan dan tidak jauh kami kembali menemukan koloni trigona jenis collina, atripes, dan lepiotrigona doipensis yang mulai dari rumpum kayu kombuik buruk nam besar.

Lalu kami terus berjalan menuju kepuncak namun belum lima menit perjalanan kami menemukan banyak sarang lepidotrigona ventralis dan terminata selain itu kami juga menemukan Heterotrigona itama satu koloni. Setelah menghitung hasil temuan kami memulai merencanakan sistem cuting dan memillah pohon yang harus di tebang.
Setelah menentukan kami memulai menebang secara acak. Satu persatu temuan kami cuting.

Tanpa terasa kami telah memotong sekitar 4 log koloni trigona dan jam menunjukn pukul 14.30 wib kami akhirnya memutuskan rehat dan makan siang. Bekal yang kami bawa kami makan bersama dengan beralaskan serasah hutan kami menyantap bekal dengan diselingi candaan yang menambah riuh riang swasana.

Setelah 8 sarang kami cuting waktu menunjukan pukul 18.00wib kami mengakhiri Xpdc pencarian log dan kami mengangkut log menuju perahu motor lalu menghilir kembali

Jenis yang berhasil kami bawa ke desa yaitu Lepidotrogona ventralis 4 log, lepidotrigona terminata 3 log dan heterotrigona 1 log.
Dengan hasil temuan ini kami mengakhiri XPDC TRIGONA 3 KAMPAR KIRI HULU.

Selasa, 27 Desember 2016

WELCOME TO LIPATKAIN

Lipatkain merupakan ibu kota kelurahan yang melingkup dari beberapa desa seperti lipatkain utara, lipatkain selatan, sungai geringging, dan desa sungaipaku.

Di beberapa desa terdapat beberapa spot wisata alam berupa air terjun. Salah satunya adalah air terjun sungai koboko, sungai elang, sungai kitang, sungai sejoniah dan banyak lagi.
Spot2 wisata ini ada yang bisa dijangkau dan ada pula yang memiliki jalur tracking yang memacu adrenalin. Setiap spot air terjun memiliki alur sungai yang jernih dengan kombinasi hutan sisa yang ada.

Berjarak cuma 76km dari pekanbaru dan bisa di tempuh +/- 2 jam memakai mobil. Spot spot wisata alam ini bisa di kunjungi. Bagi yang berjiwa petualang bisa mengambil jalur tracking yang cukup menantang dengan membayar guide Lokal di desa sungai geringging masbro dan mba bisa menikmati petualangan di hutan sisa. Bagi yang gemar memancing beberapa spot mamcing dapat menguji kesabaran agan-agan dalam memancing ikan sungai seperti siban, sumbut, kapiek dll.

Dan bagi yang hanya gemar camping agan-agan akan di ajak ngecamp di tengah hutan di tepi sungai yang jernih. Dan agan bisa membuat rakit sendiri untuk main di sungainya.

Selain itu agan juga bisa meihat prilaku satwa yang ada disana dengan guide yang berpengalaman agan akan diajak xplor hutan sisa sepanjang sungai. Jadi nga perlu jauh2 untuk berlibur Kampar kiri menyajikan keindahan yang tersimpan dengan nuansa alami dan  sedikit pengunjung.

Jumat, 23 Desember 2016

KEKAYAAN HAYATI KAMPAR KIRI

Kampar Kiri nemiliki beraneka ragam kekayaan hayati yang wajib di lindungi, dan dengan menjaga kelestarian hutan alamnya maka terjaga pula kekayaan hayati yang berada didalamnya. Kampar Kiri memiliki Hutan Alami yang masih sangat asri dengan aliran sungai-sungai yang jernih berjeram kecil dan sedang. Di kiri kanan nya kita dapat menikmati pemandangan yang luar biasa menakjubkan, selain itu kehidupan masyarakat desa sepanjang aliran sungainya pun sangat menarik untuk di ketahui.

Saat ini kampar kiri bagian hulu sudah banyak didatangi oleh berbagai macam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Baik itu lokal maupun internasional, baik yang melakukan riset ataupun yang mmengangkat soal pariwisatanya. Dan dengan banyaknya yang masuk ke Kampar Kiri Hulu mwnjadikan Kampar kiri terkenal di Indonesia maupun Internasional. Nah dengan itu juga ada dampak baik dan buruknya. Baik terhadap masyarakat maupun terhadap alamnya. Kita tidak membahas masalah itu saat ini.
Dengan keragaman hayati yang sangat sangat sangat kaya Kampar Kiri Hulu seharusnya menjadi contoh daerah lain. Nah untuk menjadi contoh itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
1. Tetap melibatkan seuruh lapisan masyarakat dalam menjaga keleatarian hutan. Dan masyarakat sudah melakukan itu sejak dulu turun temurun.
2. Libatkanlah masyarakat desa seluruhnya dalam perencanaan pengelolaan pariwisata desa. Jangan cuma kelompok2 saja
3. Libatkanlah seluruh masyarakat dalam pengeloaan hasil hutan bukan kayu secara lestari dan jangan menggurui mereka dengan memaksakan sistem atau pola yang asing bagi mereka.
4. Terbukalah pada masyarakat tentang program apa yang mau di sodorkan pada desa. Ingat libatkan seluruh lapisan masyarakatnya.
Dan masih banyak lagi. Nah jika itu terpernuhi maka kekayaan hayati bisa lestari dan masyarakat bisa memghasilkan dari apa yang dioperasikan dalam program.

Haduuuh kok jadi kemana-mana yah pembahasannya.
Tapi ini wajib dilakukan oleh lembaga2 tersebut. Selain itu buatlqh terobosan nyata pembangunan pertanian tepat guna. Ingat jika masyarakat makmur maka yel yel perlundungan akan berjalan lancar.

Ok kembali lagi ke kayaan hayati KAMPAR KIRI HULU weeeew pake huruf besar chiiing. Yah kenapa kampar kiri Hulu. Karena seluruh Kecamatan di riau kampar kiri hulu lah yang memiliki hutan yang berkategori 99,9999999% alami alias perawan ting ting bro. Dan jutaan bahkan miyaran kekayaan hayati tersimpan baik didalamnya cieeeeeeeh tersimpan baik ching.
Yah tersimpan baik dan masyarakat adat tiap2 desa menjaga dengan bijaksana. Nah kamu-kamu mungkin mengira kekayaan hayati itu cuma harimau, rusa,tapir,beruang,tapir,primata saja kan...?? Nga ching kekayaam hayati itu numplek jadi satu mulai dari jasad renik pembangun lantai hutan sampai pada para geng binatang dan pohonnya. Jadi semua wajib lindung.

Naaaah buat kamu2 yang hobby jelajah masih suka menyampah.....? Jika masih elu elu memberi dampak buruk terhadap semua lini kehidupan liar. Kenapa demikian....?
Karena sampah elu elu pada bukan bagian dari natural HUTAN.  Nah jika elu suka nyampah itu sampah bakalan menjadi multi masalah bagi kekayaan hati itu.

Nah kamu masih nga ngerti kan kenapa sampah membuat masalah bagi keasrian dan berubahnya pola makan para penghuni hutan itu.....?
Gini aja dah yang gampang. Misalkan elu itu seorang vegetarian, pola makan elu pada kan sesuai standar para vegetarian. Lalu gua paksa elu makan makanan yang bukan masuk kedalam menu vegetarian elu. Lantas gua terus maksain elu makan itu , naaah apa rasanya elu di gituin...? Elu tau....? Naaaaah para penghuni hutan juga gitu ama sampah2 elu yang elu buang, sisa makanan elu buang sembarangan akan merubah pola dan prilaku para penghuni hutan.

Naaah elu udah ngertikan....? Kalo belum nanti kita runut lagi masalah ini ok.
Jadi menjaga kekayaan hayati adalah wajib dan memasyarakatkan masyatakat penyanggah hutan jauh wajib karena jika masyarakat desa sejahterah maka hutan akan tetap lestari.

Sampai jumpa ya di sambungan cuap cuip nya.

Kamis, 20 Maret 2014

MEMUNCAK ITU BUKAN SEKEDAR MENGEJAR SUNRICE DAN SUNSET

Banyak gunung yang sering banyak orang berdatangan, baik hanya sekedar memuncak atau malah sekedar menikmati udara sejuk dan pemandangan yang ciamik. Namun hanya sepersekian orang saja yang memiliki tujuan untuk pembelajaran dari keelokan panorama dan kekayaan hayati sepanjang perjalanan memuncak. 
Tak sedikit para pendaki yang menjadikan gunung sebagai ajang memadu kasih, dan tidak sedikit pula yang menjadikan gunung tempat sampah tertinggi, jika melihat keadaan para pendaki menjadikan ajang jajal coba dan buang berbagai perlengkapan bekas di puncak tertinggi. Dan tidak sedikit pula yang mengukir nama di pepohonan, bebatuan untuk menyatakan kata I love you kepada pasangannya dan sekedar menulis nama dan organisasi yang menyatakan dia pernah kepuncak dan gunung tersebut.
             Bukan rahasia umum lagi keadaan itu terjadi dimana-mana, namun jika kita sedikit berfikir Gunung adalah tempat yang indah dengan panorama terindah yang ada dan berfikir untuk selalu menjaga dan bersyukur pada Sang penciptanya maka kita akan memiliki rasa peduli kepada kebersihan dan menjaga kelestarian suasananya. Dalam perjalanan memuncak kita sebanrnya bukan hanya untuk mengejar target sampai di puncak tertinggi atau sekedar mencari sensasi nya saja, namun kita bisa banyak belajar sepanjang berjalanan bahkan sedikit berdiskusi kecil disaat berhenti dan sebelum emlanjutkan perjalanan. Ada banyak bahasan yang bisa di kulik sepanjang perjalanan memuncak, salah satunya adalah tumbuhan, ada juga kumbang, burung, kupu-kupu, bahkan yang lainnya. selain kita mengetahui populasi, kita juga bisa sedikit belajar beradaptasi terhadap perubahan cuaca di gunung.

                Memulai langkah kecil dalam menggali ilmu tentang kehidupan liar sangat menarik menurut saya, apalagi disambil melakukan pendakian sebuah gunung. selain medapatkan ilmu ketika memuncak kita akan merasakan sebuah persahabat yang erat dengan alam yah ini menurut saya. Jika dilapangan saya akan menyempatkan sedikit interaksi dengan kehidupan liar sepanjang perjalanan baik melalui tumbuhannya sampai kepada satwa nya, tidak usah yang berat-berat namun mengambil sampel kecil saja seperti bunga, rumputan berbunga, serangga, jika bertemu dengan sedikit besar itu adalah bonus dalam perjalanan sambil belajar. Saya menyukai kehidupan liar dengan itu sangat merasa rugi jika melewatkan sesuatu yang bisa di abadikan melalui kamera dan mempelajari kehidupannya dari segi pengumpulan bahan untuk perbandingan.
                   Dari hal kecil kita akan bisa memahami sistem adap tasi sebuah binatang atau tumbuhan, jika dibandingkan dengan tumbuhan yang berada di bawah ketinggian sekita 300 meter diatas laut akan sangat mencolok perubahannya, mulai dari tekstur tumbuhan, batang, sampai daunnya akan terlihat perubahan yang kentara, selain itu suhu juga mempengaruhi dari adaptasi tumbuhan dan satwa di pegunungan. Pada Tumguhan yang hidup di pegunungan, daunnya akan terlihat kecil dengan kondisi pohon juga sedikit kerdil dibandingkan dengan tumbuhan yang berada di dataran rendah, pada bagian tajuk bawah kita bisa melihat keanekaragaman yang sangat banyak dari tumbuhan di pegunungan, dengan tumbuhan berbunga yang menarik dan indah-indah serta jenisnya yang beragam yang membuat berdecak kagum.
             

Senin, 17 Februari 2014

Sambutan Hari ini adalah ciuman manis dari sang Tawon

Hari ini adalah hari Ketiga berada dihutan resapan didaerah Kelurahan Lipatkain Kecamatan Kampar kiri ini. hari pertama dan kedua berjalan dengan baik, hari pertama tidak dapat apa2, hari kedua disambut dengan kepakan burung rangkong dan hinggap tidak jauh dari aku, selain itu satu kelompok ungko juga berada tidak jauh dari tempat aku duduk dan terus bersuara. hari kedua ini amat komplit penyambutan mereka dan interaksiku dibawah mereka tidak dihiraukan.

hari ketiga aku kembali disambut oleh nyanyian ungko, mulai dari yang dekat hingga jauh dan burung rangkong juga tidak mau ketinggalan untuk melihatku ditempat yang sama walau sebentar. pengamatan bermula dari pukul 06.00 Wib hingga pukul 11.00 Wib, dalam rentang waktu ini ku manfaatkan buat mengamati dan merekam suara2 ungko baik yang jauh maupun yang dekat. pengamatan terus ku lakukan baik itu tingkah laku maupun jenis makanan yang dimakan oleh ungko tersebut. pengamatan beradasarkan suara berakhir pada pukul 09.00 Wib disaat sinar matahari merangsek kedasar hutan. aktivitas berubah drastis dari terikan menjadi sunyi tanpa gerakan dan dahan yang bergemeretak akibat lompatan. dari pukul 09.10 Wib aku mencoba mengamati ungko lain disepanjang sungai yang berair jernih dan mencoba mendata satu persatu kelompok yang kutemukan, namun kelompok yang kutemukan tidak banyak hanya 2 kelompok saja dan dua kelompok ini saja yang bisa aku amati gerak geriknya diatas pohon yang sedang berbuah.

setelah mengamati dua kelompok ungko yang berjumlah enam ekor (setiap kelompok ada yang empat ekor dan dua ekor), aku melanjutkan perjalanan di sepanjang sungai untuk mencoba melihat kehulu lagi dan apakah ada air terjunnya atau hanya gemuruh air yang terkena batu. aku terus menyusuri sungai dan berbelok pada anak sungai kecil yang berair jernih dan deras. perjalan terus ku lanjutkan sungai yang berbatu padas membuat telapak kakiku sedikit ngilu dan keram, daun panda yang berada didasar sungai membuat kaki dan tangan ikut tergores. namun semua itu tidak kuhiraukan dan aku terus menyusuri sungai kecil ini dan mencoba berharap menemukan satu kelompok ungko lagi. Namun perjalananku disungai kecil ini tidak membuahkan hasil namu sedikit terobati aku menemukan gerombolan kokah yang sedah bersenda gurau di atas pohon besar dipinggir sungai kecil ini.

setelah puas menikmati atraksi sang koka, aku kembali menyusuri sungai dan mencoba menaiki pinggiran sungai untuk keatas bukit yang terjal. aku terus menaiki bukit dan sesekali berhenti untuk menarik nafas dan minum, setelah itu terus menaiki bukit hingga sampai di bagian yang penuh dengan rotan. Disana sambutan dari ratusan tawon datang, aku di cium oleh ratusan tawon dan aku hanya diam sambil menutup mukaku dengan scraf yang berada dikepala dan terdiam seraya berkata " Aduuuh..kenapa kok banyak banget yang menciumi gua..... asal jangan menyengat nga masalah ", namun disaat aku mengatakan jangan menyengat satu ekor tawon menancapkan ekor bisanya ketanganku dan yang lain juga mencoba mengikuti. Disaat begini jalan satu-satunya aku memilih kabur dari tempat ini. dan mereka terus menyerangku walhasil tangan ku mendapat tiga sengatan dan kepala mendapat dua puluh sengatan dan akupun terduduk lunglai di bawah kayu besar dipinggir bukit yang terjal itu. seraya berucap kepada seekor tawon yang masih menempel diselah jam tanganku " nah kan tadi sudah aku bilang jangan menyengat namun kalian masih aja menyengat dan aku juga bilang aku nga mengganggu kalian, tapi dua puluh tiga ekor dari kalian tetap aja menyerangku, jadi empat dari kalian mati dan ini kamu sendiri memilih matikan.... ujarku bicara pada sang tawon yang berada dijariku "

dan aku kembali meneruskan perjalananku hingga keatas bukit yang ternyata sudah gundul akibat perambahan untuk dijadikan kebun karet dan kelapa sawit. aku terduduk melihat ini, sejauh mata memandang hanya hamparan pohon kayu yang bergelimpangan dan mulai menyeruak tumbuhan muda keluar dari kayu-kayu kering, dan aku hanya bisa berujar "ampun dah, seterjal ini mau ditanami apaan dan mau diapakan setelah ditebang begini, apakah seperti hutan yang lain setelah ditebang dan ditinggalkan begitu saja..... nga masuk akal manusia2 ini"
aku kembali meneruskan perjalan menuju sepeda motorku yang berjarak lima kilo dari posisiku saat itu. dan sesampainya aku disepeda motor ku hidupkan dan aku kembali keperkampungan dengan perasaan berkecamuk. Dan kenangan di hari ketiga ini disambut oleh ciuman manis dari ratusan tawon hutan.

Rabu, 12 Februari 2014

CUTI CUTI RIAU (BERWISATA ALAM DI RIAU)

Kali ini masih membasah tentang keindahan hutan belantara dan keajaibannya yang sangat tidak habis untuk di ceritakan, mulai dari aliran sungai didalamnya, pepohonan, akar yang menjulur, satwa besar hingga kecil, primata, hewan melata, bunga, rerumputan, pokoknya penghuni belantara itu tidak bisa di hentikan menjadi imajinasi cerita mengangkat mereka menjadi sebuah tulisan yang walau kurang menarik. 
     Hutan Riau seperti yang telah kita ketahui setiap hari terus berkurang luasannya baik hutan primernya maupun hutan skundernya, perubahan hutan alam menjadi kawasan HTI ( Hutan Tanaman Industri ), perkebunan kelapa sawit dan perkebunan karet masyarakat sangat memberikan kontribusi banyaknya kehilangan jenis kekayaan hayati. 
saya rasa tidak semua orang memiliki kesempatan untuk menjejakkan kakinya di serasah hutan yang sanat mepuk dan sangat asik di jadikan alas tidur tanpa matras, dan saya rasa tidak semua orang memiliki kesempatan untuk berkunjung kebelantara yang menakjubkan. 
                  Jika anda belum pernah menjejakkan kaki di rimbunnya belantara dan diatas serasah hutan, di beberapa kawasan di Riau masih menyajikan hutan alam yang walau bukan perawan lagi, namun sangat indah dan banyak menyajikan keindahan panorama dan kayanya sungai-sungai yang mengalir jernih. selain itu jika kita jeli maka akan menjumpai banyak kekayaan hayati yang berada di sepanjang perjalanan kita menuju tempat-tempat tersebut. 
Beberapa daerah yang berhutan yang ada di Riau yang terdekat dengan Kota pekanbaru adalah : Tanjung belit dengan hutan perawannya sepanjang sungai subayang, Kuok dengan hutan cagar alamnya, Lipatkain dengan beberapa titik yang masih sedikit asri dengan tegakan hutan dengan kimiringan diatas 60 derajad, Rokan hulu dengan keindahan aek martuahnya walau saat ini sepanjang perjalannya hutan di kiri kanan nya sudah meulai digerus, Kuantan sengingi dengan kawasan wisata alamnya berupa air terjun guruh gemurai yang terdapat 7 tingkat, Rengat atau Kabupaten Inhu dengan taman nasional bukit tiga puluhnya, Pelalawan dengan taman nasional tesso nilo nya, Indragiri hilir dengan keindahan pantai solopnya, Bengkali dengan pantai-pantai di utaranya, Kepulauan meranti dengan keindahan pantainya, rupat dengan pantai terindahnya, dan Siak dengan beberapa spot cagar alam yang berupa lahan rawa gambutnya yang indah dengan danau yang sangat indah yang bernama danau zambrutnya.
    Untuk kawasan yang terdekat dengan pekanbaru adalah tanjung belit dengan air terjun Batu dindingnya, Lipatkain dengan air terjun Koboko dan hutan resapan bendungan lipatkain, dan kuok dengan hutan cagar alamnya, tempat tersebut mudah untuk diakses dangan tidak terlalu memakan waktu. dengan jarak yang dekat dan panorama yang disajika sangat indah, dengan menggunakan perahu motor atau berjalan kaki menuju objek wisata alam berupa air terjun dan sungai subayang yang jernih membuat perasaan menjadi tenang dan adrenalin terpacu karena menaiki perahu motor yang kecil dengan ketinggian muka perahu dengan muka air hampir sama namun tenang keadaan ini dan kondisi perahu motor akan mengambang kokoh diatas air asalkan kita tenang dan tiadak membuat gerakan yang banyak maka kita akan aman dan nyaman. 
tarif yang ditawarkan untuk menggunakan perahu motor ini juga bervariasi mulai Rp.200.000,- sekali perjalanan dekat s/d jutaan untuk perjalanan jauh. namun mahalnya tarif itu tidak akan membuat kita merasa rugi karena panorama yang di sajikan membuat kita lupa dengan kemahalan uang tarif yang kita keluarkan. so keindahan akan didapat dengan perjalanan menggunakan perahu motor. Gema, Tanjung Belit, dan desa-desa yang berada di hulu sungai subayang menyajikan keindahan panorama alamnya sepanjang perjalanan. selain itu pulau-pulau yang ada di sepanjang sungai juga bisa untuk di jadikan tempat campground keluarga. untuk yang gemar melakukan fotografi di kawasan ini bisa menjadi tempat yang menarik dengan objek bidik yang sangat banyak. Selain itu bagi yang suka mengamati dan meneliti di kawasan ini juga cocok untuk melakukan dua kegiatan tersebut.
         Namun yang perlu di ingatkan bagi pengunjung adalah bersahabatlah dengan alam, dengan mengurangi sikap tidak peduli akan kebersihan dan jangan membuang sampah berbahan plastik semabarangan karena akan banyak merugikan ekologis suatu kawasan. dengan memiliki prilaku bersahabat dengan alam maka kita telah memberikan kontribusi menjaga alam dengan hal yang kecil. 
        perjalanan menuju daerah wisata alam di daerah ini bisa di lakukan dengan dua jenis perjalanan antara lain darat dan air, seperti yang dijelaskan diatas kedua perjalanan ini akan sangat mengasikan, karena dalam perjalanan akan disajikan keindahan alam dan track pejalan kaki melalui pinggiran sungai dengan perkebunan karet mendominasi sebelum jalur hutan alam. 
  Air sungai yang jernih, nuansa pedesaan yang alami, dan panorama yang indah menjadikan sebuah nuansa damai dan tentram menyeruak disaat kita duduk di pasir sungai yang putih kekuningan, dengan menikmati gemericik air yang mengalir di sungai subayang dan di pagi hari kita di suguhi oleh nyanyian para primata dari jenis hylobates dan siamang yang saling bersahutan.

       1.       PAKET KELUARGA 2 Orang Tua dan 4 orang Anak

        a.        FASILITAS A Rp 3.000.000,00
        b.       FASILITAS B Rp. 2.500.000,00
        c.        FASILITAS C Rp. 2.000.000,00

       2.      
PAKET 2 ORANG TUA DAN 2 ORANG ANAK
        a.        FASILITAS A Rp. 2.500.000,00
        b.       FASILITAS B Rp. 2.200.000,00
        c.        FASILITAS C Rp. 2.000.000,00

     2.       PAKET PASANGAN (SUAMI-ISTRI) (Rp 2.500.000,00)



                                                       3.       PAKET UMUM (MIN 6 ORANG)
a                                                                                  a.        FASILITAS A Rp. 3.000.000,00
b                                                                                  b.       FASILITAS B Rp. 2.500.000,00
                                                                                    c.        FASILITAS C Rp. 2.000.000,00



                                                                        4.       PAKET PERUSAHAAN/KANTOR (MIN 12 ORANG)
                                                                                    a.        FASILITAS A Rp. 8.000.000,00
                                                                                    b.      
FASILITAS B Rp. 6.800.000,00
                                                                            c.        FASILITAS C Rp. 4.500.000,00


untuk informasi bisa menghubungi kami di Basecamp Green camper 
Jl. Tengku Bey / Utama Ujung, Sungai Mintan
Cp : 1. NUSKAN SYARIF : 085264595922/085658232343  2. SAID MUHAMMAD QADRY 08566736772   3. RANI 081268541221