From Nature to human

From Nature to human
Kekayaan Alam yang melimpah berada dipenghujung punah dan bencana ekologi tiada bisa dihentikan, berilah ruang untuk kehidupan rimba untuk berinteraksi di rumahnya, dan stop penghancuran hutan alam

Kamis, 20 Maret 2014

MEMUNCAK ITU BUKAN SEKEDAR MENGEJAR SUNRICE DAN SUNSET

Banyak gunung yang sering banyak orang berdatangan, baik hanya sekedar memuncak atau malah sekedar menikmati udara sejuk dan pemandangan yang ciamik. Namun hanya sepersekian orang saja yang memiliki tujuan untuk pembelajaran dari keelokan panorama dan kekayaan hayati sepanjang perjalanan memuncak. 
Tak sedikit para pendaki yang menjadikan gunung sebagai ajang memadu kasih, dan tidak sedikit pula yang menjadikan gunung tempat sampah tertinggi, jika melihat keadaan para pendaki menjadikan ajang jajal coba dan buang berbagai perlengkapan bekas di puncak tertinggi. Dan tidak sedikit pula yang mengukir nama di pepohonan, bebatuan untuk menyatakan kata I love you kepada pasangannya dan sekedar menulis nama dan organisasi yang menyatakan dia pernah kepuncak dan gunung tersebut.
             Bukan rahasia umum lagi keadaan itu terjadi dimana-mana, namun jika kita sedikit berfikir Gunung adalah tempat yang indah dengan panorama terindah yang ada dan berfikir untuk selalu menjaga dan bersyukur pada Sang penciptanya maka kita akan memiliki rasa peduli kepada kebersihan dan menjaga kelestarian suasananya. Dalam perjalanan memuncak kita sebanrnya bukan hanya untuk mengejar target sampai di puncak tertinggi atau sekedar mencari sensasi nya saja, namun kita bisa banyak belajar sepanjang berjalanan bahkan sedikit berdiskusi kecil disaat berhenti dan sebelum emlanjutkan perjalanan. Ada banyak bahasan yang bisa di kulik sepanjang perjalanan memuncak, salah satunya adalah tumbuhan, ada juga kumbang, burung, kupu-kupu, bahkan yang lainnya. selain kita mengetahui populasi, kita juga bisa sedikit belajar beradaptasi terhadap perubahan cuaca di gunung.

                Memulai langkah kecil dalam menggali ilmu tentang kehidupan liar sangat menarik menurut saya, apalagi disambil melakukan pendakian sebuah gunung. selain medapatkan ilmu ketika memuncak kita akan merasakan sebuah persahabat yang erat dengan alam yah ini menurut saya. Jika dilapangan saya akan menyempatkan sedikit interaksi dengan kehidupan liar sepanjang perjalanan baik melalui tumbuhannya sampai kepada satwa nya, tidak usah yang berat-berat namun mengambil sampel kecil saja seperti bunga, rumputan berbunga, serangga, jika bertemu dengan sedikit besar itu adalah bonus dalam perjalanan sambil belajar. Saya menyukai kehidupan liar dengan itu sangat merasa rugi jika melewatkan sesuatu yang bisa di abadikan melalui kamera dan mempelajari kehidupannya dari segi pengumpulan bahan untuk perbandingan.
                   Dari hal kecil kita akan bisa memahami sistem adap tasi sebuah binatang atau tumbuhan, jika dibandingkan dengan tumbuhan yang berada di bawah ketinggian sekita 300 meter diatas laut akan sangat mencolok perubahannya, mulai dari tekstur tumbuhan, batang, sampai daunnya akan terlihat perubahan yang kentara, selain itu suhu juga mempengaruhi dari adaptasi tumbuhan dan satwa di pegunungan. Pada Tumguhan yang hidup di pegunungan, daunnya akan terlihat kecil dengan kondisi pohon juga sedikit kerdil dibandingkan dengan tumbuhan yang berada di dataran rendah, pada bagian tajuk bawah kita bisa melihat keanekaragaman yang sangat banyak dari tumbuhan di pegunungan, dengan tumbuhan berbunga yang menarik dan indah-indah serta jenisnya yang beragam yang membuat berdecak kagum.
             

Senin, 17 Februari 2014

Sambutan Hari ini adalah ciuman manis dari sang Tawon

Hari ini adalah hari Ketiga berada dihutan resapan didaerah Kelurahan Lipatkain Kecamatan Kampar kiri ini. hari pertama dan kedua berjalan dengan baik, hari pertama tidak dapat apa2, hari kedua disambut dengan kepakan burung rangkong dan hinggap tidak jauh dari aku, selain itu satu kelompok ungko juga berada tidak jauh dari tempat aku duduk dan terus bersuara. hari kedua ini amat komplit penyambutan mereka dan interaksiku dibawah mereka tidak dihiraukan.

hari ketiga aku kembali disambut oleh nyanyian ungko, mulai dari yang dekat hingga jauh dan burung rangkong juga tidak mau ketinggalan untuk melihatku ditempat yang sama walau sebentar. pengamatan bermula dari pukul 06.00 Wib hingga pukul 11.00 Wib, dalam rentang waktu ini ku manfaatkan buat mengamati dan merekam suara2 ungko baik yang jauh maupun yang dekat. pengamatan terus ku lakukan baik itu tingkah laku maupun jenis makanan yang dimakan oleh ungko tersebut. pengamatan beradasarkan suara berakhir pada pukul 09.00 Wib disaat sinar matahari merangsek kedasar hutan. aktivitas berubah drastis dari terikan menjadi sunyi tanpa gerakan dan dahan yang bergemeretak akibat lompatan. dari pukul 09.10 Wib aku mencoba mengamati ungko lain disepanjang sungai yang berair jernih dan mencoba mendata satu persatu kelompok yang kutemukan, namun kelompok yang kutemukan tidak banyak hanya 2 kelompok saja dan dua kelompok ini saja yang bisa aku amati gerak geriknya diatas pohon yang sedang berbuah.

setelah mengamati dua kelompok ungko yang berjumlah enam ekor (setiap kelompok ada yang empat ekor dan dua ekor), aku melanjutkan perjalanan di sepanjang sungai untuk mencoba melihat kehulu lagi dan apakah ada air terjunnya atau hanya gemuruh air yang terkena batu. aku terus menyusuri sungai dan berbelok pada anak sungai kecil yang berair jernih dan deras. perjalan terus ku lanjutkan sungai yang berbatu padas membuat telapak kakiku sedikit ngilu dan keram, daun panda yang berada didasar sungai membuat kaki dan tangan ikut tergores. namun semua itu tidak kuhiraukan dan aku terus menyusuri sungai kecil ini dan mencoba berharap menemukan satu kelompok ungko lagi. Namun perjalananku disungai kecil ini tidak membuahkan hasil namu sedikit terobati aku menemukan gerombolan kokah yang sedah bersenda gurau di atas pohon besar dipinggir sungai kecil ini.

setelah puas menikmati atraksi sang koka, aku kembali menyusuri sungai dan mencoba menaiki pinggiran sungai untuk keatas bukit yang terjal. aku terus menaiki bukit dan sesekali berhenti untuk menarik nafas dan minum, setelah itu terus menaiki bukit hingga sampai di bagian yang penuh dengan rotan. Disana sambutan dari ratusan tawon datang, aku di cium oleh ratusan tawon dan aku hanya diam sambil menutup mukaku dengan scraf yang berada dikepala dan terdiam seraya berkata " Aduuuh..kenapa kok banyak banget yang menciumi gua..... asal jangan menyengat nga masalah ", namun disaat aku mengatakan jangan menyengat satu ekor tawon menancapkan ekor bisanya ketanganku dan yang lain juga mencoba mengikuti. Disaat begini jalan satu-satunya aku memilih kabur dari tempat ini. dan mereka terus menyerangku walhasil tangan ku mendapat tiga sengatan dan kepala mendapat dua puluh sengatan dan akupun terduduk lunglai di bawah kayu besar dipinggir bukit yang terjal itu. seraya berucap kepada seekor tawon yang masih menempel diselah jam tanganku " nah kan tadi sudah aku bilang jangan menyengat namun kalian masih aja menyengat dan aku juga bilang aku nga mengganggu kalian, tapi dua puluh tiga ekor dari kalian tetap aja menyerangku, jadi empat dari kalian mati dan ini kamu sendiri memilih matikan.... ujarku bicara pada sang tawon yang berada dijariku "

dan aku kembali meneruskan perjalananku hingga keatas bukit yang ternyata sudah gundul akibat perambahan untuk dijadikan kebun karet dan kelapa sawit. aku terduduk melihat ini, sejauh mata memandang hanya hamparan pohon kayu yang bergelimpangan dan mulai menyeruak tumbuhan muda keluar dari kayu-kayu kering, dan aku hanya bisa berujar "ampun dah, seterjal ini mau ditanami apaan dan mau diapakan setelah ditebang begini, apakah seperti hutan yang lain setelah ditebang dan ditinggalkan begitu saja..... nga masuk akal manusia2 ini"
aku kembali meneruskan perjalan menuju sepeda motorku yang berjarak lima kilo dari posisiku saat itu. dan sesampainya aku disepeda motor ku hidupkan dan aku kembali keperkampungan dengan perasaan berkecamuk. Dan kenangan di hari ketiga ini disambut oleh ciuman manis dari ratusan tawon hutan.

Rabu, 12 Februari 2014

CUTI CUTI RIAU (BERWISATA ALAM DI RIAU)

Kali ini masih membasah tentang keindahan hutan belantara dan keajaibannya yang sangat tidak habis untuk di ceritakan, mulai dari aliran sungai didalamnya, pepohonan, akar yang menjulur, satwa besar hingga kecil, primata, hewan melata, bunga, rerumputan, pokoknya penghuni belantara itu tidak bisa di hentikan menjadi imajinasi cerita mengangkat mereka menjadi sebuah tulisan yang walau kurang menarik. 
     Hutan Riau seperti yang telah kita ketahui setiap hari terus berkurang luasannya baik hutan primernya maupun hutan skundernya, perubahan hutan alam menjadi kawasan HTI ( Hutan Tanaman Industri ), perkebunan kelapa sawit dan perkebunan karet masyarakat sangat memberikan kontribusi banyaknya kehilangan jenis kekayaan hayati. 
saya rasa tidak semua orang memiliki kesempatan untuk menjejakkan kakinya di serasah hutan yang sanat mepuk dan sangat asik di jadikan alas tidur tanpa matras, dan saya rasa tidak semua orang memiliki kesempatan untuk berkunjung kebelantara yang menakjubkan. 
                  Jika anda belum pernah menjejakkan kaki di rimbunnya belantara dan diatas serasah hutan, di beberapa kawasan di Riau masih menyajikan hutan alam yang walau bukan perawan lagi, namun sangat indah dan banyak menyajikan keindahan panorama dan kayanya sungai-sungai yang mengalir jernih. selain itu jika kita jeli maka akan menjumpai banyak kekayaan hayati yang berada di sepanjang perjalanan kita menuju tempat-tempat tersebut. 
Beberapa daerah yang berhutan yang ada di Riau yang terdekat dengan Kota pekanbaru adalah : Tanjung belit dengan hutan perawannya sepanjang sungai subayang, Kuok dengan hutan cagar alamnya, Lipatkain dengan beberapa titik yang masih sedikit asri dengan tegakan hutan dengan kimiringan diatas 60 derajad, Rokan hulu dengan keindahan aek martuahnya walau saat ini sepanjang perjalannya hutan di kiri kanan nya sudah meulai digerus, Kuantan sengingi dengan kawasan wisata alamnya berupa air terjun guruh gemurai yang terdapat 7 tingkat, Rengat atau Kabupaten Inhu dengan taman nasional bukit tiga puluhnya, Pelalawan dengan taman nasional tesso nilo nya, Indragiri hilir dengan keindahan pantai solopnya, Bengkali dengan pantai-pantai di utaranya, Kepulauan meranti dengan keindahan pantainya, rupat dengan pantai terindahnya, dan Siak dengan beberapa spot cagar alam yang berupa lahan rawa gambutnya yang indah dengan danau yang sangat indah yang bernama danau zambrutnya.
    Untuk kawasan yang terdekat dengan pekanbaru adalah tanjung belit dengan air terjun Batu dindingnya, Lipatkain dengan air terjun Koboko dan hutan resapan bendungan lipatkain, dan kuok dengan hutan cagar alamnya, tempat tersebut mudah untuk diakses dangan tidak terlalu memakan waktu. dengan jarak yang dekat dan panorama yang disajika sangat indah, dengan menggunakan perahu motor atau berjalan kaki menuju objek wisata alam berupa air terjun dan sungai subayang yang jernih membuat perasaan menjadi tenang dan adrenalin terpacu karena menaiki perahu motor yang kecil dengan ketinggian muka perahu dengan muka air hampir sama namun tenang keadaan ini dan kondisi perahu motor akan mengambang kokoh diatas air asalkan kita tenang dan tiadak membuat gerakan yang banyak maka kita akan aman dan nyaman. 
tarif yang ditawarkan untuk menggunakan perahu motor ini juga bervariasi mulai Rp.200.000,- sekali perjalanan dekat s/d jutaan untuk perjalanan jauh. namun mahalnya tarif itu tidak akan membuat kita merasa rugi karena panorama yang di sajikan membuat kita lupa dengan kemahalan uang tarif yang kita keluarkan. so keindahan akan didapat dengan perjalanan menggunakan perahu motor. Gema, Tanjung Belit, dan desa-desa yang berada di hulu sungai subayang menyajikan keindahan panorama alamnya sepanjang perjalanan. selain itu pulau-pulau yang ada di sepanjang sungai juga bisa untuk di jadikan tempat campground keluarga. untuk yang gemar melakukan fotografi di kawasan ini bisa menjadi tempat yang menarik dengan objek bidik yang sangat banyak. Selain itu bagi yang suka mengamati dan meneliti di kawasan ini juga cocok untuk melakukan dua kegiatan tersebut.
         Namun yang perlu di ingatkan bagi pengunjung adalah bersahabatlah dengan alam, dengan mengurangi sikap tidak peduli akan kebersihan dan jangan membuang sampah berbahan plastik semabarangan karena akan banyak merugikan ekologis suatu kawasan. dengan memiliki prilaku bersahabat dengan alam maka kita telah memberikan kontribusi menjaga alam dengan hal yang kecil. 
        perjalanan menuju daerah wisata alam di daerah ini bisa di lakukan dengan dua jenis perjalanan antara lain darat dan air, seperti yang dijelaskan diatas kedua perjalanan ini akan sangat mengasikan, karena dalam perjalanan akan disajikan keindahan alam dan track pejalan kaki melalui pinggiran sungai dengan perkebunan karet mendominasi sebelum jalur hutan alam. 
  Air sungai yang jernih, nuansa pedesaan yang alami, dan panorama yang indah menjadikan sebuah nuansa damai dan tentram menyeruak disaat kita duduk di pasir sungai yang putih kekuningan, dengan menikmati gemericik air yang mengalir di sungai subayang dan di pagi hari kita di suguhi oleh nyanyian para primata dari jenis hylobates dan siamang yang saling bersahutan.

       1.       PAKET KELUARGA 2 Orang Tua dan 4 orang Anak

        a.        FASILITAS A Rp 3.000.000,00
        b.       FASILITAS B Rp. 2.500.000,00
        c.        FASILITAS C Rp. 2.000.000,00

       2.      
PAKET 2 ORANG TUA DAN 2 ORANG ANAK
        a.        FASILITAS A Rp. 2.500.000,00
        b.       FASILITAS B Rp. 2.200.000,00
        c.        FASILITAS C Rp. 2.000.000,00

     2.       PAKET PASANGAN (SUAMI-ISTRI) (Rp 2.500.000,00)



                                                       3.       PAKET UMUM (MIN 6 ORANG)
a                                                                                  a.        FASILITAS A Rp. 3.000.000,00
b                                                                                  b.       FASILITAS B Rp. 2.500.000,00
                                                                                    c.        FASILITAS C Rp. 2.000.000,00



                                                                        4.       PAKET PERUSAHAAN/KANTOR (MIN 12 ORANG)
                                                                                    a.        FASILITAS A Rp. 8.000.000,00
                                                                                    b.      
FASILITAS B Rp. 6.800.000,00
                                                                            c.        FASILITAS C Rp. 4.500.000,00


untuk informasi bisa menghubungi kami di Basecamp Green camper 
Jl. Tengku Bey / Utama Ujung, Sungai Mintan
Cp : 1. NUSKAN SYARIF : 085264595922/085658232343  2. SAID MUHAMMAD QADRY 08566736772   3. RANI 081268541221

Jumat, 07 Februari 2014

The Magic Of Forest

                      Setiap Orang mungkin belum memiliki kesempatan untuk berkunjung ke belantara yang benar-benar alami dan masih memiliki tegakan hutan yang masih original. namun ada sebagian yang telah memiliki kesempatan juga terkadang belum tentu bersahabat dengan belantara. kenapa demikian....? Hutan adalah kombinasi dari bebagai kehidupan yang membentuk jaringan dan rantai kehidupan. jika salah satu rantai kehidupan di putuskan, maka akan ada ketimpangan pada derap kehidupan belantara.
misalkan saja yang paling inti di habiskan dan di gerus serta di musnahkan, maka kehidupan yang lainnya juga akan ikut musnah tak bersisa. degradasi hutan saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat bagai meteor melesat diangkasa yang tidak bisa dihentikan oleh pengeboman nuklir sekalipun. demikian juga dengan kerusakan hutan atau bahasa kerennya deforestasi yang mana kantung-kantung inti hutan alam tidak lagi menjadi prioritas dijaga dan dilestarikan, kebijakan pemerintah daerah dan pemerintah pusat selalu tumpang tindih dan menghasilkan kerusakan hutan yang menghawatirkan.

                  Data kerusakan hutan di Indonesia masih simpang siur, ini akbita perbedaan persepsi dan kepentingan dalam mengungkapkan data kerusakan hutan. laju deforestasi di indonesia menurut perkiraan World Bank antara 700.000 s/d 1.200.000 ha per tahun, dimana deforestasi oleh peladangan berpindah di tafsir mencapai separuhnya, Namun World Bang mengakui bahwa taksiran laju deforestasi di dasarkan pada data yang lemah. Sedangkan Menurut FAO, menyebutkan laju kerusakan hutan mencapai 1.600.00 s/d 2.000.000 ha per hari  lebih tinggi lagi data yang di ungkapkan oleh greenpeace, bahwa kerusakan Indonesia mencapai 3.800.000 ha/tahun yang sebagian besar adalah penebangan liar atau illengal Loging. Sedangkan ahli kehutanan yang mengungkapkan laju kerusakan hutan Indonesia mencapai 1.315.000 ha/tahun atau setiap tahunnya luas areal hutan berkurang satu persen (1%). 
                         Walau data kerusakan hutan diatas berbeda namun jika dilihat di lapangan kerusakan hutan alam sudah sangat akut dan memprihatinkan. akibat kerusakan ini berjuta kehidupan didalam rantai kehidupan hutan diambang punah, sebut saja, Gajah sumatera, Harimau Sumatera, Badak Sumatera, Primata, hewan melata, insecta, burung, dan lain sebagainya, kehidupan mereka bergantung kepada lebatnya hutan belantara. 
selain kekayaan hayati dan hewani belantara juga menyajikan keindahan alamnya, mulai sungai, air terjun dan panorama lainnya. di beberapa daerah seperti provinsi Riau sendiri kekayaan ini seperti tidak diperhitungkan dan lebih mementingkan perhitungan pertambangan, perkebunan sawit, dan HTI ( Hutan Tanaman Industri). Sepersekian persennya adalah perkebunan masyarakat, namun tidak menutup kemungkinan kekuatan modal yang dimiliki oleh kepala daerah dan jajarannya ikut serta menggerus luasan hutan yang tersisa dengan pembuatan kebun kelapa sawit dengan luas yang beraneka ragam. 
               Nah apakah anda mengetahui bahwa hutan alami itu memiliki keajaiban tersendiri bagi para pengunjungnya, apakah anda pernah mengalami sesuatu ....? jika pernah mungkin ini salah satu yang akan membuat anda tidak percaya dan yakin akan cerita dari penulis. Hutan alam dengan berbagai keanekaragamannya memberikan berbagai kejutan kepada kita semua yang berkunjung dan berkegiatan di belantara tersebut, mulai kejutan dari tumbuhan yang sangat memukau dan membuat kita berdecak kagum hingga kepada prilaku binatang yang teradang membuat kita taku, sedih, tersenyum dan tertawa serta ngeri. pada kali ini penulis ingin mengajak imajinasi rekan-rekan kepada mahluk cantik yang bernama belalang sembah atau manthis. 
                  rekan-rekan pernah melihat mantis atau belalang sembah di hutan belantara pada malam hari yang mendekati sinar lampu atau senter...? jika pernah apakah rekan-rekan memperhatikan keadaan mereka disaat menghampiri sinar kilatan lampu itu dan jika berada di pinggir sungai yang jernih apakah rekan-rekan memperhatikan tingkah dari belalang sembah tersebut disaat menghampiri sinar lampu itu...? jika rekan-rekan memperhatikan dengan cermat maka rekan-rekan akan terkejut dengan apa yang dilakukan oleh belalang sembah ini disaat berada di tempat basah. dia akan mengeluarkan sejenis cacing bewarna hitam dari duburnya dan akan hidup didalam air dan jika kita beruntung maka kita akan melihat bagaimana dia kembali lagi kedalam tubuh sang belalang sembah dengan cara belalang sembah menyerahkan bagian ekornya kembali untuk dimasuki sang sejenis cacing ini kedalam badannya. 
nah gambar disamping ini penulis ambil dari hasil penetralisiran sang belalang sembah dan sampai saat ini cacing ini disimpan dengan baik sebagai bukti dan pembelajaran. 
pada awalnya penulis juga merasa nga percaya dengan apa yang dilakukan belalang sembah ini, namun setelah diperhatikan dengan cermat dan seksama alangkah terkejutnya sekaligus ngeri melihat apa yang dilakukan oleh belalang sembah ini. Nah apakah rekan-rekan pernah memperhatikan keajaiban dari sosok binatang yang kadang kala kita anggap hanya sebagai biasa saja namun di balik itu mereka memiliki keluarbiasaan dalam berbagai hal, dan Hutan alam menyajikan itu buat orang-orang yang mau belajar. 
         Nah apakah rekan-rekan tau sebangsa cacing yang berasal dari belalang sembang atau manthis ini nga...?  orang-orang kampung daerah Kampar kiri dan kuok menaminya Lam-lam, dan banyak hal yang menyangkut soal ini. mulai dipercaiyai bisa awet muda hingga hal hal mistis, namun kita tidak membahas masalah itu kita lebih menitik beratkan kepada betapa amazingnya kekayaan belantara yang selama ini kita manusia merusak tatanan dan jaringan kehidupan meraka. kekayaan alam yang disajikan hutan itu sebanarnya tidak bisa ternilai dengan materi dan kekayaan hayati itu adalah mutlak harus di pertahankan dan dilestarikan, karena pembentukan hutan alami itu sudah berlangsung jutaan tahun, jadi hutan baru tidak akan bisa menggantikan mata rantai hutan baru yang telah hilang, didalam hutan alam homogen banyak terdapat kehidupan yang sudah meregenerasi kehidupan mereka, sedangkan di hutan baru belum ada kehidupan yang meregenerasi spesies kekayaan hayati. jadi Alangkah ruginya negara ini jika Hutan Alaminya hilang begitu saja, dan akan sangat menyedihkannya jika hutan sudah tidak ada lagi di Indonesia dan akan lebih menyedihkan kita akan kehilangan kekayaan hayati yang sangat spesial dan tidak ada di negara lain. 
           Nah apakah anda sudah memberikan kepedulian kepada alam saat ini, dan jika rekan-rekana dalah penggiat alam apakah sudah meminimalis sampah anda demi menjaga keasrian hutan dan alam...? jika belum mari mulailah dari hal-hal kecil dan dari diri sendiri, kekayaan hayati harus dilestarikan jika bukan kita siapa lagi yang akan mempertahankan kekayaan hayati yang ada... demikian saja pertemuan kali ini semoga bisa menggugah hati rekan2 untuk selalu bersahabat dengan alam dan menjadi Duta lingkungan untuk diri sendiri dan sekitarnya.. salam lestari dan salam Green 

kami membuka biro perjalanan ke tempat2 eksotik di riau dengan kegiatan menarik 
jika berminat silahkan hubungi kami melalui contack person :
1. Nuskan Syarif : 085264595922 atau di 085658232343
2. Said Muhammad Qadry : 08566736772
3. Rani : 083186162149
untuk tujuan wisata dan tempat-tempat eksotik di Riau anda bisa menghubungi kami di nomer yang ada dan kami akan datang ketempat anda untuk menjelaskan jenis perjalanan dan paket yang ada. 

mari bergabung dengan kami dan anda sudah memberikan kontribusi untuk lingkungan dengan menyumbang dari setiap perjalanan anda untuk pendidikan lingkungan dan sosial. 


Rabu, 16 November 2011

Tarian Anak Alam

 

Kabut tipis di pagi ini

turun berarak diatas jernihnya air telaga

menyapa lembut diselah telinga

mengugah jiwa yang tertidurku untuk menari bersama

 

dipagi ini

kerlipan mentari seakan malu untuk menyapaku

seakan malu untuk menari bersama kabut tipis

dan malu untuk menari bersamaku

 

di pinggir telaga

ekspresi tarian mengalir sendiri

meliuk mengikuti irama rerumputan dan desir daun pepohonan

mengikuti rasa hati menyatu dengan kebut tipis yang turun ke telaga

 

Laksana Seekor angsa yang turun ke telaga

kepakan sayapnya menimbulkan getar angin yang menawan

bewarna putih

menari seirama dengan alam

 

dipinggiran telaga

aku mengikuti gerak hati

membentangkan tangan

mengepakan sayap laksana seekor angsa

 

menembus kabut tipis

menggapai rasa rindu akan alam

menyatukan jiwa untuk keselarasan

menyatu membentuk sebuah tarian tanpa nama

View Original Article

Blogged with the Flock Browser

Minggu, 24 Juli 2011

Lahang Hulu Desa dari Kabupaten Seribu Parit

Tembilahan adalah sebuah Kota Kabupaten dari Indragiri Hilir,yang berada di pantai Timur Sumatera, dengan kondisi tanah dan geografisnya beradadi daerah dataran rendah dan memiliki struktur tanah yang bergambut. liburanku kali ini jath pada daerah Lahang tepatnya di Parit Lima desa lahang hulu kecamatan Kuala Lahang Kabupaten Indragiri Hilir. Disini aku menginap di tempat kakakku yang mengajar di SD Negri 043 lahang hulu. dan selama dua minggu aku berada disini.

selama perjalanan menuju tembilahan aku menggunakan angkutan umum berupa mobil travel dengan ongkos sebesar Rp. 120.000,- sedangkan dari tembilahan menuju lahang menggunakanspeed boad dengan ongkos sekali berangkat Rp. 50.000,- tapi kali ini aku tidak menggunakan speed boad, dan aku lebih memilih menggunakan kapal motor alias pompong milik abang iparku yang merupakan kepala sekolah SD Negeri 043 lahang hulu.
perjalanan di mulai pada pukul 13.00 wib, karena harus menunggu bongkar muatan kelapa sawit. masyarakat Lahang Hulu tepatnya parit 5 kehidupannyabergantung kapada hasil kelapa dan kelapa sawit, untuk kelapa sawit lahan yang dipergunakan berupa alih fungsi lahan kelapa menjadi kelapa sawit, untuk saat ini antara hasil kelapa bulat dan sawit masyarakat merasa lebih terangkat di perkebunan kelapa sawit, kerena harga kelapa bulat yang selalua berpluktuasi akan harga pasar membuat masyarakat enggan untuk memanennya. untuk saat ini harga kelapa dipasaran bekisar RP.1000/buah kelapa kupas, dengan pekerjaannya yang berat mulai dari
mengait kelapa hingga mengupas kelapa. selain itu jika kebun kelapa yang berada tidak berdekatan dengan parit, makan akan dilakaukan pengangkutan sistem ambung (pikul) hingga kepinggir parit, setelah terkumpul lalu dihanyutkan hingga kepinggir sungai besar atau berada dekat dengan langkau. dan setalah dilakukan pengupasan atau dalam istilah masyarakat disana pengopekan,kepaladiangkut menggukana kapal motoratau pompong menuju kota Tembilahan atau ibu kota Kecamatan Lahang.

nah kembali kecerita perjalanan menuju lahang, selama berada di atas kapal motor, banyak hal yang aku pelajari, mulai dari kerasnya hidup masyarakat di sini hingga cara hidup bersatu dengan alam melewati sungai dan daratan yang jika orang kota berada disini tidak akan mampu bertahan hingga dalam hitungan minggu.
dengan udara yang panas terik, dan kapal motor yang bergerak merangkat lepas dari jembatan Rumbai Jaya yang berdiri megah menuju Kota Tembilahan untuk mengambil barang dagangan harian.
waktu yang ditempuh enyata memakan waktu yang sangat lama sesampai di kota tembilahan waktu telah menunjukan pukul 17.30 wib, dengan waktu ini semua toko bahan makanan harian tutup dan keesok hariannya baru buka.
di pelabuhan kota Tembilahan kami menambatkan kapalmotor dan aku menghubungi teman-teman yang ada di kota Tembilahan, tidak lama setelah aku menghubungi merekaakhirnya aku dijemput dan bermalam di sekretarian Mapala Brimaspala, sedangkan abang dan ponakanku harus menunggui kepalmotor, karena untuk kawasan tembilahan sering terjadi pencurian kapal motor yang tidak ditungguin.

keesokan harinya, aku kembali lagi menuju pelabuhan dan mengangkut serta memuat bahan makanan harian yang telah dibeli dan tepat pukul 13.00 wib kami melanjutkan perjalan menuju Kuala Lahang. selama perjalanan menuju lahang kami dihadapi dengan ombak yang besar dan kapal motor yang semula digandeng harus dilepas untuk menghindari benturan yang akan berakibat fatal, nauam keadaan ini tidak berlangsung lama karena tiba-tiba keadaan gelombang kembali tenang dan kapalmotor kami kembali digandeng. hingga memasuki Kuala lahang yang merupakan sebuah suangi besar dengan kiri kanan ditumbuhi oleh mangrove dan pohon nifah perjalanan terus merangkat berjalan pelan. Dan sesekali lumba-lumba ( pesut dalam istilah daerah Tembilahan) berloncatan mengikuti kapal motorkami hingga 200 meter dari muara sungai kuala Lahang. burung elang berterbangan mencari ikan dan terkadang bergelut saling mendahului.
Akhirnya kamisampai di Lahang dan memasuki sungai kecilmenuju lahang hulu dan parit 5. dikiri kanan sungai kecil ini tumbuhan yang ada hanyalah nipah dan barisan kebun kelapa yang bersusun rapi, di dekat muara ainya berwarna keruh kecoklatan sedangkan di hulunya bewarna hitam kelam dengan tumbuhan gulma enceng gondok yang membuat macet kipas kapal motor.


tumbuhan sepanjang sungai menuju Lahang Hulu dan parit 5.

dalam perjalanan menuju parit 5 Lahang Hulu, aku asik memperhatikan kehidupan masyarakat yang berada disepanjang sungai,rumah-rumah berjejer dengan segalan bentuk dan tatanan yang sembraut dengan jamban-jamban yang hanya di tutupi anyaman daun nipah dan terkadang dengan papan bahkan ada yang hanya menggunkan karung bekas beras saja, melihat yang berada didalam, aku tersenyum sendiri dan ponakanku memanggilku dari buritan kapal motor

ponakan " mak nus jangan di jingok i agek orang tu malu" ( jingok dalambaha palembangnya sedangkan indonesia Lihat)

aku hanya tertawa kecil dan senyam senyum sendiri di haluan kapal motor. perjalan menuju parit limamemakan waktu kurang lebih 2 jam karena memerlukan dan bergantung kepada pasang surutnya air sungai.

Delva ponakanku yang lucu yang bersekolah di SD 043 lahang hulu

tepat pukul 16.00 wib hari Rabu kami sampai di parit 5, sesampainya disana ponakanku yang bernama Desi dan delva sudah menunggu di pinggiran sungai sampai berteriak maaak nus..... kok lamonian ye sampainya....dengan logat lucunya.

setelah kapal motor merapat, aku dan kedua ponakanku menuju rumah dinas yang ditempati kakak ku. Dan sampai disana ternyata rumah dinas ini tidak berubah seperti waktu aku datang pada tahun 2005 dulu, jika dibilang tidak layak huni maka rumah ini bisa dibilang demikian, dinding yang papannya sudah rapu dan lantainya juga demikian. tetapi rumah ini jauh lebih besar ketika aku datang pertama kali dulu, karenasudah ditambah kebelakang sehingga terlihat luas walau dengan menggunakan atap daun nipah.
Rumah dinas guru-guru di parit 5 Lahang Hulu

Hari pertama aku di parit 5 kegiatanku adalah menebas kebunsawit di temani oleh kedua orang punakan ku yang lucu dan banyak tanya. dan sepulangnya aku melanjutkan dengan menjaring ikan seluang di sungai bersama ponakan laki-laki ku dengan menggukan sampai tetangga. Hasil tangkapan sore ini hanya cukup untuk makam malam, namun kegiatan ini yang membuat leiburanku sangat mengesankan.
dan kegiatan seperti ini berlangsung hingga duaminggu lamanya, sampai disaat abangku pulang Kepekanbaru aku bisa membekali hasil tangkapan ikan seluang didalam termos es dan di tambah udang belian di pasar Lahang.
o iya pasar lahang bertepatnya pada hari Selasa, dimana seluruh masyarakat akan turun kepasar dengan menggunakan kapal motor dan juga melalui darat dengan menggukan sepeda motor itupun jika hari tidak hujan, jika hujan jalanan akan sangat sulit dilalui karena tanahnya sangat lengket dan jalanannya juga sangat parah.

ikan Pantau hasil tangkapan....

pada minggu kedua aku berada disini, aku mencoba membantu untuk mengajar di sekolah SD Negeri 043 lahang hulu, yang lucunya satu ruangan kelas di sekolah ini dibagi untuk 2 kelas, misalkan kelas 1 dan 2,kelas 3 dan 4, kelas 5 dan 6, sedangkan ruangan gurunya bisa dibilang bukan ruangan guru karena hanya tersediasatu meja,satu lemari buku yang isi nya buku-buku usang. selain itu bangunannya juga sangat jauh dari bayangan dibandingkan dengan sekolah-sekolah di perkotaan atau bahkan dibandandingkan dengan sekolah yang berada di lahang Hulu yang sekolahnya sudah dibilang semi permanen. dan di parit 5 bangunan sekolahnya lebih bagus dibandingkan dengan parit 8.

Bangunan Sekolah SD Negeri043, satu bangunan yang baru di rehap dengan semi permanen, terlihat bagus dari luar namun sangat mengejutkan dari dalam. dan bangunan lama yang terbuat dari papan.

Murid-murid yang bersekolah di SD 043 saat ini lumanyan banyak, sejak kakaku berdinasdi sekolah ini orang tua dan masyarakat diparit 5 percaya untukmenyekolahkan anak-anak merekadi SD 043 karena kemajuan demi kemajuan anak-anak merekaterlihat jelas, dan bahkan sejak kakar ku berdinas disini anak-anak yang tamat dari SD 043 ada yang bisa melanjutkan ke sekolah lebih tinggi baik di Lahang maupun di teluk pinang.

hari pertama aku mengajar, aku tidak mengajarkan tulis dan baca, melainkan aku mengajarkan kepribadian anak-anak di kelas 3 dan 4, dan itu juga mengundang minat anak-anak di kelas lain, karena sekolah ini sekatnya bisa ditembus dari dan kemana saja.

ruangan Belajar SD Negeri 043 Lahang Hulu parit 5.

Kita sambung Lain kali ye.............

Rabu, 18 Mei 2011

Kebun Binatang Bukan sekedar Kandang Binatang

Kebun Binatang atau sering disingkat Bunbin, merupakan tempat kedua setelah satwa berada di rimba belantara, dan di kebun binatang kehidupan mereka (satwa) menjadi sebuah perhatian khusus dan menajadi sebuah konsekwensi bagi pengelolalanya.
Pekanbaru merupakan sebuah kota yang menjadi pintu masuk dan keluar satwa liar, di kota ini banyak satwa lindung yang berhasil lolos dari pantauan bahkan banyak jenis satwa liar yang di lindungi diperjual belikan di pasar-pasar satwa. Bilang saja seperti pasar Satwa PALAPA jalan Durian dan warung-warung satwa di beberapa jalan di Kota Pekanbaru, dengan harga berpariasi tergantung kepada jenis satwa yang diperdagangkan.

Pekanbaru juga memiliki sebuah kebun binatang yang di kelola oleh pribadi atau secara swasta, dan kebun binatang itu bernama Kebun Binatang Kasang Kulim. di kebun binatang ini ada beberapa jenis satwa misalkan hylobates agilis ( ungko), orang utan, beruang, harimau dahan, landak, elang, kucing hutan, landak, musang, buaya, singa, rangkong, ayam hutan, gajah, ayam mutiara, ular, kalong, beruk, bangau bluok, dan pecuk.
dari depan kondisi kebun binatang ini menjanjikan dan terlihat mendukung, namun setelah kita memasuki lokasi disini kita akan melihat bertapa memprihatinkannya. didalam bayangan kepala ku kebun binatang merupaka tempat yang asik dan tenang untuk dikunjungi dan satwa yang berada disana memiliki tempat yang sesuai dengan kebutuhan satwa.

semapat ada wawancara kecil dengan petugas kebun binatang dan saat itu beberapa pertanyaan terlontar, berapa kali dalam sehari satwa ini dikasih makan ujarku, lalu sang petugas menjawab dua kali dalam sehari bang yaitu pagi jam enam dan sore jam lima.
lalu aku bertanya lagi " berapa banyak satwa yang berada dikebun binatang ini mas"
Petugas : ada 25 jenis satwa yang berada disini.
Aku : kondisinya untuk saat ini bagai mana mas...?
Petugas : selama penggantian pengelola dengan yang lama, kondisinya cukup membaik, satwanya juga cukup terawat.

Aku : ini siapa namanya, sambil memegang tangan sang ungko (hylobates Agilis)
Petugas : ini namanya bobi
lalu mataku menuju satu ekor hylobates betina dan itu siapa namanya, lalu dia menjawab itu belum dikasih nama mas.

dalam ngalor ngidul itu aku bertanya dari mana saja didapat satwa ini, dia sedikit memelankan suara dari daerah Kampar Kiri dan Kampar, lalu aku tertegun dan memecahkan suasana dengan mengatakan apakah boleh aku ngasih makan pada satwa ini, sambil menunjuk hylobates, petus itu menjawab oh silahkan mas.
lalu aku memberikan semangka kepada hylobates (ungko).
kondisi kandang dan keadaan satwa ini memprihatinkan, mulai dari tidak adanya ketersediaan air bersih, hingga tempat bermainnya, untuk satwa ini dia membutuhkan sebuah pohon tempat dia berinteraksi dan tempat tidur secara alami. dengan kondisi kandang dengan ukuran 2 x 4 meter yang hanya disediakan tali dan kandang yang terbuat dari papan dan beratapkan seng sebenarnya sangat cukup tidak memadai.

perjalanku setelah bermain dengan hylobates aku menuju ke tempat orang utan, satu ekor orang utan dilepaskan dan dibiarkan memanjat pohon kayu keras dan di kandang yang tidak jauh dari sana terdapat seekor orang utan jantan dewasa yang lagi tiduran dikandang dengan ukuran 2 x 3 Meter dengan kondisi kandang yang sempit dan terbatas, membuat satwa ini seperti berada dalam penjara yang sempit dan tidak ada ruang gerak. orang utan betina yang sengaja dilepas bernama Tina naik dan turun dari pohon kondisi satwa ini juga memprihatinkan, layaknya seekor orang hutan membutuhkan wilayah dan kandang yang luas dengan kebutuhan pakan dan gerak yang di buat mirip dengan keadaan aslinya, namun di kebun binatang Kasang Kulim jauh dari pada itu.
setelah melihat orang utan lalu aku melanjutkan ke kandang harimau dahan dan disini aku malah lebih terkejut karena kandang harimau dahan agak lebih besar dari kandang orang utan dan disini untuk ukuran seekor harimau dahan tidak memliki tempat bermain dan tanpungan air bersih untuk minum yang memadai, di dalam kandang ini hanya ada kandang kecil untuk tidur sang harimau dahan dan beberapa balok kayu untuk interaksinya.
kondisi harimau dahan ini juga memprihatinkan, beberapa bagian pada muka terdapat luka lecet dan kumisnya sudah gundul. Sebuah kandang untuk satwa yang bernama Harimau dahan harus memenuhi karakter kehidupan liarnya, seperti pohon untuk tidur, lantai kandang yang penuh dengan serasah hutan, dan suasana kandang harus di sesuaikan dengan karakter hutan alam.

setelah dari kandang harimau dahan aku menuju kandang Beruang Madu, disini kondisi kandang cukup bersih namun suasana kandang jauh dari suasana hutan, karena disini cuma ada kandang dan tempat mandi sang beruang saja, satu kandang ada yang berisi dua beruang dewasa dan satu kandang lagi ada berisi anak beruang dan satu kandang lagi berisi satu ekor beruang dewasa.
berada dikandang beruang ini sedikit lama karena melihat tingkah laku dan suara sang anak beruang yang lucu membuat betah berada disini. nguuk nguuk.. huuuk huuuuk... suara dari sang beruang kecil yang membuat aku tersenyum, selain itu tingkahnya yang juga lucu membuat aku merasa betah disini.

setelah puas berbain dengan beruang lalu aku menuju sangkar bangau Bluok yang membuat miris, bangau yang identik dengan air dan area basah disini tidak memiliki air sama sekali dan satu ekor bangau mengalami cacat pada sayap dan beberapa ekor menghawatirkan.
dari kandang bangau bluok aku melanjutkan kekandang satwa lain dan kondisininya sama saja seperti yang lain.

sebuah kebun binatang, harus benar-benar mengkaji dengan teliti dan mengetahui kebutuhan satwa itu sendiri sehingga satwa merasa nyaman dan tidak terkesan ditelantarkan, kandang untuk tiap masing-masing satwa harus kurang lebih persis mirip kehidupan liar mereka, sehingga tidak membuat satwa-satwa yang akan di tempatkan dalam kandang stres dan akhirnya enggan makan lalu akhirnya mati. Sebuah kebun binatang harus memiliki sistem pengelolaan yang benar-benar teliti dan diperhitungkan dengan bijaksana. karena jika sebuah kebun binatang tidak memiliki standar baku sebuah kebun binatang akan menjadikan satwa-satwa yang ada akan mengalami kondisi stres tingkat tinggi.