From Nature to human

From Nature to human
Kekayaan Alam yang melimpah berada dipenghujung punah dan bencana ekologi tiada bisa dihentikan, berilah ruang untuk kehidupan rimba untuk berinteraksi di rumahnya, dan stop penghancuran hutan alam

Selasa, 02 November 2010

Rentannya Hylobates agilis ungko terhadap Asap


hylobates agilis ungko, adalah monyet besar yang hidup di dataran rendah Sumatera, dan di Riau, satwa ini mengalami penurunan yang sangat siknifikan. Ini dikarenakan oleh prilaku illegalloging, perambahan hutan serta, bergantinya hutan alam menjadi perkebunan kelapa sawit dan HTI.

dalam kurun waktu 5 (lima) tahun (Hasil penelitian SACA-Riau) satwa ini menurun julahnya berkisar 20 - 40 %, terlebih di saat sekrang ini kebakaran hutan dan lahan yang diakibatkan oleh degradasi hutan alam menjadi lahan perkebunan dan HTI membuat satwa ini kehilangan tempat tinggal. disaat asap datang, satwa ini akan mengalami sesak nafas akut dan mengalaimi penurunan nafsu makan serta lemah dan di ikuti dengan kematian.

hylobates Agilis ungko berada di garis merah dalam perlindungan atau Endangered (hampir punah). satwa ini membutuhkan hutan alam sebagai rumah dan homerank untuk kelangsungan hidup mereka. 60 % pakan dari satwa ini adalah buah kayu yang terdapat dihutan alam, 30 % dedaunan atau pucuk muda kayu hutan alam, 10% Buah kayu beringin dan 10% berupa buah rotan dan lumut.
SACA (Sumateran Agilis Concervasi Aliance) mencatat lajunya degradasi hutan dataran renda Riau membuat satwa ini mengalami penuruan jumlah dan populasinya, selain degradasi hutan alam yang menggila, perburuan juga menjadi permasalahan yang penting pada satwa ini.

dipasaran satwa ini dijual dengan harga Rp. 1.500.000,- hingga Rp. 2. 000.000,- padahal satwa ini termasuk dalam perlindungan satwa lindung dan langka dan ditetapkan dalam UU konservasi, namun kenyataannya satwa ini tidak terlindungi.

Asap menjadi dilema bagi satwa ini, dimana satwa ini sangat rentan terhadap asap dan bisa membunuh mereka. satwa ini amat sangat rentan terhadap asap akibat kebakaran hutan dan lahan, gejala awal mereka akan mengalami penurunan berat tubuh di ikuti dengan sesak nafas, dan meningkat menjadi radang paru-paru akut lalu menjadi kematian.
Saat ini ungko membutuhkan harapan hidup yang baik di hutan alam yang masih terjaga, dan satwa ini juga membutuhkan daerah jelajah untuk atraksi kehidupan mereka yang amat menakjubkan, dan pohon-pohon besar menjulang sebagai tempat tidur dan mencari makan mereka. Kebijakan untuk mempertahankan hutan alam sangat dinantikan jika itu tidak terjadi maka hylobates agilis ungko akan menghilang di Sumatera.

2 komentar:

prayuza zafin mengatakan...

sudah mulai langkah nih yg namanya ungko...semoga masyarakat sadar betapa pentingnya spesies ini.

jangan lupa kunjungin blog ku yah bruder..
http://www.pelepas-penat.co.cc/p/sahabat.html

Ninoeschan_jungle (KSLH) mengatakan...

iya mang... nus kunjungi dah
makasih yah atas comment dan dukungannya