From Nature to human

From Nature to human
Kekayaan Alam yang melimpah berada dipenghujung punah dan bencana ekologi tiada bisa dihentikan, berilah ruang untuk kehidupan rimba untuk berinteraksi di rumahnya, dan stop penghancuran hutan alam

Rabu, 16 Juni 2010

Cagar Alam Bukit Bungkuk

CA Bukit Bungkuk seluas 20.000 ha terletak di Kabupaten kampar, Propinsi Riau. dengan status Hukum CA Bukit Bungkuk ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 173/Kpts-II/1986 Tanggal 6 Juni 1986. dengan kekayaan flora dan faunanya :

1. flora : antara lain meranti (Shorea sp), bintangur (Calophyllum spp), kempas (Koompassia malaccensis maing), keruing (Dipterocarpus sp), balam (Palaquium gulta), durian hutan (Durio sp), kulim (Scorodocarpus boonensis), suntai (Palagium walsunrifolium), dan rengas (Gluta renghas). dan masih banyak yang lain

2. Fauna : beruang madu (Helarctos malayanus), harimau loreng sumatera (Panthera tigris sumatrensis), rusa (Cervus timorensis), kancil (Tragulus javanicus) antara lain kera ekor panjang (Macaca fascicularis) antara lain ayam hutan (Gallus gallus), bubut besar (Centropus cinensis) antara lain biawak (Varanus salvator), bunglon (Colates spp), Siamang (Shimphalangus Sindactilus), Ungko (Hylobates Agilis), Beruk(Macaca nemestrina),Kucing Hutan (Felis bengalensis)beberapa jenis kupu-kupu, ngengat dan beberapa jenis Katak

Kucing Hutan (Felis bengalensis)
ancaman saat ini bagi Kucing Hutan adalah Hilangnya Tempat Tinggal mereka begitu juga dengan satwa-satwa lainnya, selain itu perburuan juga menjadikan satwa ini diambang punah.
Ungko (Hyilobates Agilis)
Ungko atau dikenal dengan nama hylobates agilis merupakan satwa yang menggantungkan hidupnya pada hutan alami, dan mereka memakan buah dari hutan alam juga, ungko saat ini dalam status Endangered (Terancam punah). di ungko di Indonesia hanya berada dipulau Sumatera saja, dengan semakin tergerusnya hutan alam oleh perkebunan kelapa sawit dan masyarakat yang kena demam perkebunan kelapa sawit mengakibat satwa ini kehilangan tempat tinggal dan semakin hari jumlah mereka semakin menurun




Jenis Kodok yang ada di CA Bukit Bungkuk Kampar

Dikawasan Cagar Alam Bukit Bungkuk terdapat beberapa jenis kodok dan katak seperti yang terlihat pada foto, kekayaan hayati yang dimiliki oleh Kawasan Cagar Alam Bukit Bungkuk membutuhkan perhatian khusus dari pemerintahan dan masyarakat seluruhnya agar kekayaan hayati dan ruang yang diperuntukan untuk mereka bisa terjaga dengan baik dan lestari.

Harimau Sumatera ( Panthera tigris)

Flora CA Bukit Bungkuk

Kawasan CA. Bukit Bungkuk selain menjadi kawasan hutan resapan bagi Bendungan Koto Panjang, jungan menjadi daerah resapan bagi anak-anak sungai yang melintasi beberapa desa dipinggir kawasan ini, seperti Desa, Sungai Durian, Desa Padang Laweh, Desa Merangin, Desa Kuok dan beberapa desa lainnya.
Kawasan ini dari hari kehari kian mengalami penurunan luasannya, ini dikarenakan lemahnya Pemerintah daerah untuk menjaganya, selain itu lemahnya pengawasan dari pihak yang berwajib yaitu Dinas Kehutan Kabupaten Kampar juga membuat Cagar alam Bukit Bungkuk diambang kehancuran, dengan kekayaan hayati yang sangat endemik kawasan ini menjadi menarik, kegunaan dan peraturan untuk kawasan ini juga sangat lemah, Cagar Alam merupakan daerah yang dikhususkan untuk Flora dan Fauna sehingga sangat tidak bisa dikunjungi oleh masyarakat.

Selain Flora dan Fauna, kawasan CA. Bukit Bungkuk menawarkan pesona yang sangat menarik, anak-anak sungai yang menjadi sumber air bagi masayarakat dihilirnya menyajikan panorama yang memukau dan indah.
Kawasan ini membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah daerah dan peranserta masyarakat disekitar kawasan agar kawasan Cagar Alam Bukit Bungkuk tetap lestari dan terjaga dengan baik, karena fungsi dari Cagar Alam ini sangat vital untuk pembangkit listrik Tenaga Air yang airnya berasal dari kawasan cagar alam Bukit Bungkuk, Selain itu sungai-sungai yang mengalir kepemukiman masyarakat juga berfungsi sebagai sumber air bersih dan sumber aliran buat kolam-kolam masyarakat dihilirnya.

Hutan adalah berkah Allah Buat manusia, kita wajib untuk menjaga dan melestarikannya demi kestabilan bumi. Tiada bisa menggenggam alam ini ditanggan kita karena kita tidak akan mampu, karena kita manusia berada dalam daur alam itu sendiri. Lestari Alam berada ditangan kita manusia, hancurnya alam juga berada ditangan manusia. tinggal kita hendak memilih hidup berdampingan dengan alam dan hidup nyaman dengan menghirup udara segar dan sejuk atau kita malah menjadi musuh alam, itu tergantung kepada kita manusia pilihan mana yang hendak kita pilih.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

informasi yang menarik dan sangat membantu bagi para peneliti untuk mencari daerah-daerah penelitian yang berada di daerah riau . mohon dikonfirmasi,.. apakah sudah pernah dilakukan penelitian mengenai komunitas kupu-kupu yang ada cagar alam bukit bungkuk ini ?

Ninoeschan_jungle mengatakan...

untuk penelitian kupu2 sepertinya belum ada di daerah cagar alam bukit bungkuk ini namun menurut kabar terakhir hutan alamnya mulai terjamah dengan perambahan dan pengalihfungsian menjadi kebun kelapa sawit