From Nature to human

From Nature to human
Kekayaan Alam yang melimpah berada dipenghujung punah dan bencana ekologi tiada bisa dihentikan, berilah ruang untuk kehidupan rimba untuk berinteraksi di rumahnya, dan stop penghancuran hutan alam

Rabu, 18 Mei 2011

Kebun Binatang Bukan sekedar Kandang Binatang

Kebun Binatang atau sering disingkat Bunbin, merupakan tempat kedua setelah satwa berada di rimba belantara, dan di kebun binatang kehidupan mereka (satwa) menjadi sebuah perhatian khusus dan menajadi sebuah konsekwensi bagi pengelolalanya.
Pekanbaru merupakan sebuah kota yang menjadi pintu masuk dan keluar satwa liar, di kota ini banyak satwa lindung yang berhasil lolos dari pantauan bahkan banyak jenis satwa liar yang di lindungi diperjual belikan di pasar-pasar satwa. Bilang saja seperti pasar Satwa PALAPA jalan Durian dan warung-warung satwa di beberapa jalan di Kota Pekanbaru, dengan harga berpariasi tergantung kepada jenis satwa yang diperdagangkan.

Pekanbaru juga memiliki sebuah kebun binatang yang di kelola oleh pribadi atau secara swasta, dan kebun binatang itu bernama Kebun Binatang Kasang Kulim. di kebun binatang ini ada beberapa jenis satwa misalkan hylobates agilis ( ungko), orang utan, beruang, harimau dahan, landak, elang, kucing hutan, landak, musang, buaya, singa, rangkong, ayam hutan, gajah, ayam mutiara, ular, kalong, beruk, bangau bluok, dan pecuk.
dari depan kondisi kebun binatang ini menjanjikan dan terlihat mendukung, namun setelah kita memasuki lokasi disini kita akan melihat bertapa memprihatinkannya. didalam bayangan kepala ku kebun binatang merupaka tempat yang asik dan tenang untuk dikunjungi dan satwa yang berada disana memiliki tempat yang sesuai dengan kebutuhan satwa.

semapat ada wawancara kecil dengan petugas kebun binatang dan saat itu beberapa pertanyaan terlontar, berapa kali dalam sehari satwa ini dikasih makan ujarku, lalu sang petugas menjawab dua kali dalam sehari bang yaitu pagi jam enam dan sore jam lima.
lalu aku bertanya lagi " berapa banyak satwa yang berada dikebun binatang ini mas"
Petugas : ada 25 jenis satwa yang berada disini.
Aku : kondisinya untuk saat ini bagai mana mas...?
Petugas : selama penggantian pengelola dengan yang lama, kondisinya cukup membaik, satwanya juga cukup terawat.

Aku : ini siapa namanya, sambil memegang tangan sang ungko (hylobates Agilis)
Petugas : ini namanya bobi
lalu mataku menuju satu ekor hylobates betina dan itu siapa namanya, lalu dia menjawab itu belum dikasih nama mas.

dalam ngalor ngidul itu aku bertanya dari mana saja didapat satwa ini, dia sedikit memelankan suara dari daerah Kampar Kiri dan Kampar, lalu aku tertegun dan memecahkan suasana dengan mengatakan apakah boleh aku ngasih makan pada satwa ini, sambil menunjuk hylobates, petus itu menjawab oh silahkan mas.
lalu aku memberikan semangka kepada hylobates (ungko).
kondisi kandang dan keadaan satwa ini memprihatinkan, mulai dari tidak adanya ketersediaan air bersih, hingga tempat bermainnya, untuk satwa ini dia membutuhkan sebuah pohon tempat dia berinteraksi dan tempat tidur secara alami. dengan kondisi kandang dengan ukuran 2 x 4 meter yang hanya disediakan tali dan kandang yang terbuat dari papan dan beratapkan seng sebenarnya sangat cukup tidak memadai.

perjalanku setelah bermain dengan hylobates aku menuju ke tempat orang utan, satu ekor orang utan dilepaskan dan dibiarkan memanjat pohon kayu keras dan di kandang yang tidak jauh dari sana terdapat seekor orang utan jantan dewasa yang lagi tiduran dikandang dengan ukuran 2 x 3 Meter dengan kondisi kandang yang sempit dan terbatas, membuat satwa ini seperti berada dalam penjara yang sempit dan tidak ada ruang gerak. orang utan betina yang sengaja dilepas bernama Tina naik dan turun dari pohon kondisi satwa ini juga memprihatinkan, layaknya seekor orang hutan membutuhkan wilayah dan kandang yang luas dengan kebutuhan pakan dan gerak yang di buat mirip dengan keadaan aslinya, namun di kebun binatang Kasang Kulim jauh dari pada itu.
setelah melihat orang utan lalu aku melanjutkan ke kandang harimau dahan dan disini aku malah lebih terkejut karena kandang harimau dahan agak lebih besar dari kandang orang utan dan disini untuk ukuran seekor harimau dahan tidak memliki tempat bermain dan tanpungan air bersih untuk minum yang memadai, di dalam kandang ini hanya ada kandang kecil untuk tidur sang harimau dahan dan beberapa balok kayu untuk interaksinya.
kondisi harimau dahan ini juga memprihatinkan, beberapa bagian pada muka terdapat luka lecet dan kumisnya sudah gundul. Sebuah kandang untuk satwa yang bernama Harimau dahan harus memenuhi karakter kehidupan liarnya, seperti pohon untuk tidur, lantai kandang yang penuh dengan serasah hutan, dan suasana kandang harus di sesuaikan dengan karakter hutan alam.

setelah dari kandang harimau dahan aku menuju kandang Beruang Madu, disini kondisi kandang cukup bersih namun suasana kandang jauh dari suasana hutan, karena disini cuma ada kandang dan tempat mandi sang beruang saja, satu kandang ada yang berisi dua beruang dewasa dan satu kandang lagi ada berisi anak beruang dan satu kandang lagi berisi satu ekor beruang dewasa.
berada dikandang beruang ini sedikit lama karena melihat tingkah laku dan suara sang anak beruang yang lucu membuat betah berada disini. nguuk nguuk.. huuuk huuuuk... suara dari sang beruang kecil yang membuat aku tersenyum, selain itu tingkahnya yang juga lucu membuat aku merasa betah disini.

setelah puas berbain dengan beruang lalu aku menuju sangkar bangau Bluok yang membuat miris, bangau yang identik dengan air dan area basah disini tidak memiliki air sama sekali dan satu ekor bangau mengalami cacat pada sayap dan beberapa ekor menghawatirkan.
dari kandang bangau bluok aku melanjutkan kekandang satwa lain dan kondisininya sama saja seperti yang lain.

sebuah kebun binatang, harus benar-benar mengkaji dengan teliti dan mengetahui kebutuhan satwa itu sendiri sehingga satwa merasa nyaman dan tidak terkesan ditelantarkan, kandang untuk tiap masing-masing satwa harus kurang lebih persis mirip kehidupan liar mereka, sehingga tidak membuat satwa-satwa yang akan di tempatkan dalam kandang stres dan akhirnya enggan makan lalu akhirnya mati. Sebuah kebun binatang harus memiliki sistem pengelolaan yang benar-benar teliti dan diperhitungkan dengan bijaksana. karena jika sebuah kebun binatang tidak memiliki standar baku sebuah kebun binatang akan menjadikan satwa-satwa yang ada akan mengalami kondisi stres tingkat tinggi.