From Nature to human

From Nature to human
Kekayaan Alam yang melimpah berada dipenghujung punah dan bencana ekologi tiada bisa dihentikan, berilah ruang untuk kehidupan rimba untuk berinteraksi di rumahnya, dan stop penghancuran hutan alam

Rabu, 16 Juni 2010

Hilangnya Hutan Alam Hilangnya Rumah Suku Marjinal

Hilangnya Luasan hutan membuat suku Pedalaman di beberapa daerah kehilangan tempat tinggal. Hutan menjadi vital bagi mereka dalam berinteraksi hidup antara satu keluarga dengan keluarga yang lain, walau berjauhan antara satu kepala keluarga mereka selalu berhubungan satu sama lainnya.

Keberadaan suku marjinal di negara ini selalu disingkirkan dan berusaha untuk di moderenisasikan namun tidak memberikan solusi bagi suku marjinal yang telah mendiami rimba turuntemurun dan tidak mengenal kemoderenan. Hutan menjadi tempat hidup mereka, hutan menjadi lapangan pekerjaan bagi mereka. solusi membuatkan perumahan bagi mereka tidak membuat mereka bebas berinteraksi di hutan. Selain itu hutan dihabiskan untuk kepentingan perkebunan Kelapa sawit dan mereka menjadi buruh lepas yang bergaji kecil dan malah dibohongi.

Tahun 2008 satu keluarga besar Suku Anak dalam melakukan perjalanan melangung, peristiwa ini bisa dimaklumi ketika mereka mendapatkan sebuah kemalangan dalam keluarga, namun itu tidak bisa terjadi berulangkali. terkadang istilah melangung bagi suku Anak dalam ini menjadi tren untuk menghindari kejaran makelar dan cukung atau induk semang yang menjadi tempat mereka menjual hasil hutan. hasil hutan yang mereka dapatkan dijual kepada pengumpul dan disana hasil hutan yang mereka bawa dibeli dengan harga murah dan terkesan dibohongi oleh cukong atau pengumpul sehingga mereka dibuat menjadi terbelit oleh hutang yang banyak dan terikat oleh hutang tersebut, sedangkan cukong menjadi kaya dari hasil pembohongan suku marjinal. Kebohongan yang dilakukan oleh cukong dan pengumpul membuat kehidupan suku pedalaman ini menjadi kian terjepit dan mereka seperti sapi perah yang harus membayar hutang yang besar kepada pengumpul dan cukong.
Perjalanan Suku Marjinal Lintas Provinsi dengan membawa seluruh anggota keluarga, Tua, muda hingga anak Kecil. Dok Tahun 2008
Dalam Perjalanan melangung mereka mengandalkan belai kasihan masyarakat disepanjang rute perjalanan mereka. dengan keadaan ini mereka melupakan jenis makanan apa dan kerjaan apa yang bisa mendapatkan uang untuk menghidupi seluruh keluarga disaat perjalanan ini terjadi. seperti satu keluarga yang melakukan perjalanan ini mereka memulai perjalan dari jambi menuju Riau, berlanjut ke Sumatera Barat dan kembali lagi ke Jambi dengan keadaan yang menghawatirkan dan kehidupan mereka juga seperti orang buangan yang tidak berguna. melakukan perjlanan jauh dengan berjalan kaki mereka harus berjuang mempertahankan hidup dengan meminta-minta dijalanan dan mengharap uluran tangan dari pengguna jalan.


Keluarga Besar Pak Saleh



Kebahagiaan Mereka adalah tanggung Jawab Negara ini

Tidak ada komentar: